Banda Aceh - Pemerintah Aceh mempercepat realisasi program pembukaan kembali jalur pelayaran kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) Krueng Geukuh, Aceh Utara–Penang, Malaysia, rencana tersebut sempat terhenti akibat bencana hidrometeorologi Aceh pada akhir 2025.
"Salah satu agenda utama adalah mempercepat penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) terkait penugasan PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai pelaksana layanan Ro-Ro tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh T Faisal di Banda Aceh, Sabtu.
Sebagai informasi, Pemerintah Aceh berencana mengaktifkan pelayaran internasional dari pelabuhan Krueng Geukueh Aceh Utara menuju Penang, Malaysia, target awal beroperasi pada akhir 2025 untuk pengangkutan barang perdagangan dan penumpang saja.
Terkait rencana operasional pelayaran langsung Krueng Geukueh-Penang ini, Pemerintah Aceh juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas).
Tetapi, rencana pelayaran perdana akhir tahun lalu tersebut terhenti akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025. Kini, program prioritas Gubernur Aceh Muzakir Manaf itu kembali dibahas untuk direalisasikan.
Faisal menilai penugasan kepada PT PEMA dapat membuat pelaksanaan program lebih fleksibel, karena BUMD dapat bekerja sama dengan pengusaha maupun investor menggunakan skema bisnis.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh tetap memegang kendali terhadap sejumlah aspek strategis, seperti tarif, jadwal pelayaran dan prioritas muatan.
"Dishub akan menyediakan pendanaan berupa hibah maupun penyertaan modal untuk mendukung penugasan PT PEMA," ujarnya.
Faisal mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu PT PEMA untuk menyampaikan pengajuan kepada Pemerintah Aceh terkait pengadaan kapal, baik melalui skema sewa maupun pembelian. Proposal ditargetkan masuk paling lambat 31 Agustus 2026.
Selanjutnya, pada 2-3 September 2026 direncanakan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Dalam Negeri melalui unit terkait keuangan daerah, khususnya mengenai penugasan PT PEMA.
"Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI juga kami lakukan untuk mendorong dimulainya perundingan bilateral Indonesia-Malaysia terkait konektivitas Ro-Ro Aceh-Penang," kata Faisal.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik menegaskan bahwa program tersebut merupakan prioritas, sehingga proses penyusunan regulasi dan persiapannya harus dikawal secara langsung.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Aceh menargetkan seluruh aspek regulasi, kapal, pelabuhan, layanan kepabeanan-imigrasi-karantina hingga kesiapan muatan dapat berjalan beriringan sehingga jalur Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang dapat segera direalisasikan.
"Bangun komunikasi segera dengan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait di Kementerian Dalam Negeri mengenai mekanisme hibah, subsidi atau penyertaan modal serta lakukan konsultasi untuk memperoleh rekomendasi penetapan Pergub," demikian Taufik.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.