Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pemerintah gerakkan mahasiswa bantu entaskan kemiskinan 74 ribu desa

NadiKabar Biro
Pemerintah gerakkan mahasiswa bantu entaskan kemiskinan 74 ribu desa
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pemerintah gerakkan mahasiswa bantu entaskan kemiskinan 74 ribu desa.

Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mendorong hampir 10 juta mahasiswa di Indonesia menjadi kekuatan penggerak dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui aksi pemberdayaan masyarakat di 74.000 desa.

"Di satu sisi, kita memiliki jutaan penduduk miskin di desa yang membutuhkan pendampingan. Di sisi lain, terdapat sekitar 10 juta mahasiswa yang potensinya belum sepenuhnya tersalurkan. Inilah kesenjangan yang semestinya bisa kita jembatani bersama," kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris di Jakarta, Rabu.

Hal ini dikatakannya dalam acara "Launching dan Sosialisasi Innovilleague 2026" secara daring.

Menurut dia, melalui program Innovilleague 2026, pemerintah berupaya menghubungkan potensi perguruan tinggi dengan persoalan kemiskinan yang masih dihadapi masyarakat di tingkat akar rumput.

Mahasiswa didorong tidak hanya menghasilkan gagasan di lingkungan kampus, tetapi turun langsung bersama masyarakat untuk menciptakan solusi yang mampu meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kemandirian ekonomi warga.

Abdul Haris mengatakan Innovilleague 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya menggerakkan kekuatan akademik nasional untuk terlibat langsung dalam menjawab persoalan kemiskinan dan ketimpangan pembangunan.

"Potensi yang dimiliki perguruan tinggi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi inovasi dan pendampingan yang memberikan dampak langsung bagi keluarga dan masyarakat miskin," katanya.

Indonesia saat ini memiliki 4.416 perguruan tinggi, 33.741 program studi, dan 9.967.487 mahasiswa aktif.

Menurut Abdul Haris, kekuatan tersebut dapat menjadi modal besar untuk memperluas gerakan pemberdayaan, terutama di desa-desa yang masih menghadapi persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap pengembangan ekonomi.

Melalui Innovilleague, mahasiswa didorong menjadikan berbagai program pengabdian sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat miskin.

Program yang dapat didaftarkan meliputi KKN dan KKN Tematik, proyek sosial dan kemasyarakatan, kewirausahaan sosial, teknologi tepat guna, hingga berbagai bentuk inovasi pemberdayaan lainnya.

Berbeda dengan kompetisi berbasis gagasan atau proposal, Innovilleague memberikan apresiasi terhadap program yang telah benar-benar dijalankan bersama masyarakat.

Keberlanjutan program menjadi indikator dengan bobot penilaian tertinggi, yakni 30 persen, disusul dampak nyata sebesar 25 persen, sehingga inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti setelah program mahasiswa berakhir.

Pendaftaran Innovilleague 2026 dibuka pada 1 - 30 September 2026 melalui www.mandaya.co.id.

Puncak penganugerahan Mandaya Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia