Serang - Pemerintah menetapkan target pelatihan vokasi nasional mencapai 220.000 peserta setiap tahunnya guna mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus menekan kesenjangan keterampilan (skill gap) yang dikeluhkan dunia industri.
Target ambisius tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meluncurkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Selasa.
"Dengan kuota 220.000 peserta per tahun, program vokasi diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab kebutuhan industri modern," katanya.
Program strategis nasional ini diusung sebagai solusi utama untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, digitalisasi, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Pertumbuhan sektor digital yang sangat pesat pada periode 2025–2026 menciptakan kebutuhan talenta baru hingga 406.000 orang per tahun, yang harus diisi melalui program reskilling dan retraining.
Realisasi investasi nasional mencatatkan angka Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen, yang menjadi motor penggerak utama penciptaan lapangan kerja formal di Indonesia.
Dampak positif pertumbuhan ekonomi terlihat dari meningkatnya jumlah pekerja formal dari 59 juta menjadi 60 juta orang pada periode Februari hingga Maret.
"Perbaikan ekosistem ketenagakerjaan secara bertahap berhasil menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen," jelasnya.
Meskipun indikator ekonomi menunjukkan tren positif, pemerintah mengakui masih adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi pencari kerja dan ekspektasi industri. Untuk mengatasinya, skala pelatihan vokasi diperbesar melalui sinergi pemanfaatan fasilitas antara pemerintah dan dunia usaha.
Selain penguatan keterampilan teknis, Airlangga juga berpesan kepada para peserta Pelatihan Vokasi Nasional agar senantiasa mengasah soft skill dan menjunjung tinggi etika kerja.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.