Istanbul - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, Jumat (28/8), mengatakan bahwa peningkatan ketergantungan pada produksi dalam negeri merupakan kunci untuk mengatasi masalah ekonomi negara tersebut, seraya menyerukan pengurangan bertahap peran dominan dolar dalam perekonomian.
Dalam sebuah pesan untuk memperingati Pekan Pemerintah Iran, Khamenei mendesak pemerintah untuk memberikan "perhatian serius" terhadap tantangan ekonomi dan penghidupan yang saling terkait, termasuk inflasi, pengangguran, pengendalian harga, serta pengaturan pasar barang dan jasa.
Dia juga menyerukan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi dan mengarahkannya ke sektor-sektor yang bermanfaat dan penting, memacu produksi, serta menempatkan kebijakan "ekonomi perlawanan" sebagai inti dari agenda ekonomi pemerintah.
"Kunci utama untuk menyelesaikan semua masalah ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri," katanya.
Khamenei menekankan pentingnya memastikan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang khusus yang memadai. Dia menyatakan bahwa impor harus digunakan secara “tepat dan bijak” apabila produksi dalam negeri tidak mencukupi.
Diketahui bahwa Khamenei mengambil alih kepemimpinan setelah pembunuhan ayahnya dalam serangan AS-Israel, namun belum terlihat di depan umum sejak saat itu.
Mendorong produksi sembari mengelola impor dan harga dapat secara bertahap mengurangi "titik-titik kelam" dalam perekonomian Iran hingga hilang sepenuhnya, tambahnya.
Nilai tukar rial Iran merosot ke rekor terendah baru terhadap dolar AS, menembus angka 2 juta rial per dolar di pasar bebas pekan ini, seiring langkah Washington menjatuhkan sanksi tambahan untuk melumpuhkan perekonomian Iran.
Khamenei menyerukan penerapan teknologi dan inovasi yang diusulkan oleh kalangan elite muda Iran, seraya mengatakan bahwa pemanfaatannya secara tepat waktu dapat menghasilkan kemajuan signifikan di sektor pertanian, industri, komunikasi, pendidikan, dan bidang lainnya.
Dia mengatakan bahwa pengelolaan yang lebih cerdas, keterlibatan lebih besar dari para spesialis dan ahli teknologi, serta pengaktifan kapasitas baru dapat membantu mendorong Iran menuju ekspansi dan pembangunan ekonomi.
Pemimpin tertinggi tersebut juga memuji upaya pemerintah selama masa perang dalam menyediakan barang dan jasa kebutuhan pokok, memperbaiki fasilitas penting yang rusak, serta mengelola pasokan energi di tengah sanksi dan blokade yang semakin ketat.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.