Moskow - Para pemimpin negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) mengadopsi Deklarasi Bishkek dan menetapkan rencana untuk memperdalam kerja sama di bidang keamanan, perdagangan, dan teknologi, seiring organisasi tersebut memperingati 25 tahun berdiri.
Deklarasi tersebut disahkan pada Selasa dalam pertemuan Dewan Kepala Negara SCO di ibu kota Kirgizstan, yang dihadiri sejumlah pemimpin utama kawasan, termasuk Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Deklarasi itu menegaskan kembali komitmen 10 negara anggota terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Para pemimpin juga menyerukan penguatan peran PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional serta mendorong pembangunan berkelanjutan.
Deklarasi tersebut juga mendukung apa yang disebut negara-negara anggota sebagai tatanan dunia multipolar yang lebih representatif dan adil. Mereka juga menyerukan reformasi tata kelola global agar setiap negara memiliki peran yang lebih setara dalam pengambilan keputusan.
Para pemimpin SCO juga menyerukan penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab, reformasi tata kelola ekonomi global, serta penguatan kerja sama dalam pembangunan berkelanjutan. Mereka menentang apa yang disebut sebagai “standar ganda”, khususnya dalam isu hak asasi manusia.
Kelompok tersebut juga menekankan karakter SCO sebagai organisasi nonmiliter. Negara-negara anggotanya menyatakan berpegang pada pendekatan yang mengesampingkan metode berbasis blok dan konfrontatif dalam menangani isu-isu perkembangan internasional dan regional.
Selain deklarasi tersebut, para pemimpin menandatangani lebih dari 20 dokumen lainnya yang mencakup kerja sama di bidang keamanan, pemberantasan perdagangan narkoba, teknologi, transportasi, energi, dan lingkungan.
KTT tersebut juga menyetujui peningkatan kerja sama antara SCO dan Komisi Uni Afrika serta menetapkan Lahore, Pakistan, sebagai ibu kota pariwisata dan budaya SCO untuk periode 2026–2027.
SCO saat ini terdiri atas 10 negara anggota, yakni Belarus, China, India, Iran, Kazakhstan, Kirgizstan, Pakistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Pakistan akan mengambil alih kepemimpinan SCO dari Kirgizstan dan menjadi tuan rumah pertemuan Dewan Kepala Negara SCO berikutnya pada 2027.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.