Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur menyalurkan bantuan pestisida guna mengatasi serangan hama tikus semakin masif menyerang padi petani di daerah itu.
Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur Faisal Fahmi di Aceh Timur, Selasa, mengatakan selain menyalurkan pestisida, pihaknya juga mengupayakan bantuan dari Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian menghadapi serangan hama tersebut
"Keterbatasan persediaan pestisida menjadi kendala dalam penanganan serangan tikus, sementara luas serangan di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Madat, cukup besar," katanya.
Sebelumnya, seluas 129,5 hektare sawah di Kabupaten Aceh Timur dilaporkan diserang hama tikus. Dari luas yang diserang hama tersebut, 31 hektare di antaranya mengalami puso gagal panen.
"Serangan tikus di Kecamatan Madat sebenarnya sudah mulai muncul sejak Mei 2026. Bahkan, dari total 129,5 hektare serangan yang tercatat di sejumlah kecamatan, seluas 72,5 hektare berada di Kecamatan Madat," kata Faisal Fahmi.
Serangan tikus di Kecamatan Madat terjadi di sembilan gampong dengan total luas tanam mencapai 662 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72,5 hektare terserang dan 28 hektare mengalami puso.
Penyebab serangan tikus terjadi dan meluas adalah dampak banjir serta pola tanam padi yang tidak dilakukan secara serentak. Kondisi tersebut membuat hama tikus lebih mudah berpindah dan menyerang tanaman padi di sejumlah areal persawahan.
Faisal Fahmi menyebutkan pestisida tersebut disalurkan kepada sejumlah kelompok tani. Di antaranya di Kecamatan Pante Bidari, bantuan pestisida jenis Kresnakom disalurkan kepada lima kelompok tani di Gampong Keupula Dua.
"Masing-masing kelompok menerima delapan kilogram pestisida, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 40 kilogram. Kelompok tani yang membutuhkan bantuan pengendalian hama dapat berkoordinasi dengan dinas melalui ketua kelompok tani," katanya.
Bantuan juga diberikan untuk penanganan serangan di Kecamatan Madat, khususnya di wilayah Ulee Ateung dan Rambong Lop. Jumlah bantuan mencapai 20 kilogram pestisida.
Faisal Fahmi mengatakan serangan hama tikus di Madat cukup masif sementara persediaan pestisida terbatas. Pihak Dinas juga berkoordinasi dengan laboratorium pertanian di Peureulak untuk membantu penanganan di lapangan.
"Pengendalian hama tikus tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Petani juga diminta melakukan langkah pencegahan dan pengendalian sejak awal, bahkan sebelum tanaman padi ditanam," katanya.
Cara penting mencegah hama tikus menyebar ke sawah lain adalah dengan mengendalikan secara serentak dalam satu kawasan persawahan. Selain itu, sanitasi lingkungan, juga harus dilakukan pembersihan lahan, pematang dan tempat-tempat berpotensi menjadi sarang tikus.
"Lahannya harus bersih. Kemudian perlu penanaman secara serentak dan pengendalian massal bersama-sama. Jika pengendalian dilakukan sendiri-sendiri, tikus yang terusir dari satu lahan berpotensi berpindah ke lahan petani lainnya," kata Faisal Fahmi.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.