Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengampanyekan budi daya udang berkelanjutan melalui kegiatan melalui agenda "Shrimp Fiesta" atau pesta udang, pada Minggu.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa di Banyuwangi memiliki potensi perikanan yang terus dikembangkan, salah satunya komoditas udang.
"Shrimp Fiesta menjadi bagian dari upaya mengampanyekan potensi udang Banyuwangi sekaligus membangun kesadaran bahwa budi daya udang merupakan salah satu sektor penting yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah," ujar dia.
Menurut Ipuk, pengembangan budi daya udang harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
"Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan, kami ingin menjadikan budi daya yang berkelanjutan sebagai bagian dari cara Banyuwangi membangun sektor perikanan ke depan," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk memberikan apresiasi dengan terbentuknya Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan Banyuwangi.
Ipuk berharap tim tersebut menjadi contoh tata kelola budi daya udang yang mampu berjalan beriringan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan Banyuwangi, harapan kami ini menjadi contoh bagaimana budi daya bisa berkembang bersama dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Bupati Ipuk mengatakan, potensi udang di Banyuwangi tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, namun juga telah menembus pasar internasional.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi Suryono Bintang Samudra menambahkan, pasar ekspor udang Banyuwangi cukup besar, dan sejumlah negara menjadi tujuan pengiriman komoditas tersebut, di antaranya Amerika Serikat, Jepang, China dan negara-negara di Eropa.
"Ada enam perusahaan ekspor udang, dan pasarnya antara lain Amerika Serikat, Jepang, China hingga Eropa," katanya.
Agenda Banyuwangi Shrimp Fiesta dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha, di antaranya dengan lomba memasak berbahan dasar udang, lomba penyajian masakan udang, edukasi mengenai kandungan gizi udang, hingga business corner.
Sebanyak 28 warung rakyat dan pelaku UMKM turut terlibat dalam lomba memasak, dan kegiatan itu juga dimeriahkan dengan masak besar bersama juru masak dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.