Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) menggandeng PT PLN (Persero) dan perangkat daerah terkait untuk memeriksa instalasi listrik di kawasan permukiman padat sebagai upaya mencegah kebakaran selama periode kemarau panjang.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengatakan pemeriksaan tersebut diperlukan karena korsleting listrik menjadi salah satu penyebab dominan kebakaran di wilayah Jakarta.
"Bagaimana kita melakukan mitigasi, terutama pencegahan, akan kita gandeng, bekerja sama dengan PLN dan dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan di rumah-rumah padat terhadap instalasi listriknya," kata Arifin di Jakarta, Kamis.
Dia menyebutkan kondisi instalasi listrik di sejumlah rumah padat perlu mendapat perhatian karena masih ditemukan penggunaan kabel yang tidak sesuai dengan kebutuhan daya listrik.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian pada bangunan rumah kos yang memiliki banyak penghuni dan penggunaan peralatan listrik relatif tinggi.
Arifin mengungkapkan Pemkot Jakarta Pusat akan melakukan edukasi sekaligus pemeriksaan bersama PLN, terutama pada kawasan padat penduduk dan tempat kos.
"Kita ingin, pertama, juga mengedukasi warga masyarakat, khususnya yang punya kontrakan, kos-kosan. Banyak kejadian kemarin juga kos-kosan," ujar Arifin.
Dia mencontohkan kebakaran di kawasan Kebon Kelapa, Jakarta Pusat, yang berdasarkan informasi awal terjadi di lokasi kos-kosan.
Menurut dia, kondisi instalasi listrik pada bangunan dengan banyak penghuni perlu mendapat perhatian untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Selain pencegahan kebakaran, Arifin mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak sebagai antisipasi apabila periode kemarau berlangsung panjang.
Dia pun meminta warga agar tidak menggunakan air secara berlebihan dan menghindari pemborosan karena kebutuhan air harus disikapi secara cermat selama kondisi kemarau.
Langkah mitigasi tersebut, kata dia, merupakan bagian dari kesiapsiagaan Pemkot Jakarta Pusat dalam menghadapi dampak musim kemarau, termasuk potensi peningkatan risiko kebakaran dan kebutuhan air bersih masyarakat.
"Kebutuhan air harus juga digunakan dengan cermat. Jangan membuang-buang air yang tidak punya manfaat," tegas Arifin.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.