Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pemkot Jaktim dorong lansia jadi teladan bagi keluarga dan lingkungan

NadiKabar Biro
Pemkot Jaktim dorong lansia jadi teladan bagi keluarga dan lingkungan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pemkot Jaktim dorong lansia jadi teladan bagi keluarga dan lingkungan.

Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong para warga lanjut usia (lansia) agar menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungan masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan dan kemandirian diri.

"Lansia tidak boleh dipandang sebelah mata. Jika lansia dapat menjaga kesehatan dan merawat diri, mereka tetap dapat berkontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, lansia memiliki pengalaman dan posisi penting dalam keluarga, sehingga dapat berkontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.

Selain itu, dia mengajak para lansia turut berperan dalam menjaga anak, cucu, dan keluarga di rumah. Peran tersebut penting untuk membantu mencegah anak-anak dan remaja terlibat tawuran.

"Kami juga ingin mereka dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing melalui gerakan memilah sampah dari rumah," ujar Kusmanto.

Kegiatan lansia aktif pilah sampah, kata dia, membantu menjadi teladan bagi lingkungan masyarakat agar memahami pola pilah sampah, sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2021.

Lebih lanjut, Kusmanto mengimbau para lansia yang belum aktif agar mengikuti berbagai kegiatan di tingkat kelurahan.

Selain meningkatkan aktivitas sosial, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memantau perkembangan kesehatan lansia secara berkala.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy menyebutkan pihaknya baru saja menyelenggarakan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang mengusung tema "Gaya Hidup Sehat untuk Lansia Produktif dan Cegah Kepikunan" pada Kamis (3/9).

"Kegiatan ini diikuti oleh 200 lansia. Sesuai dengan tema, kami menginginkan lansia itu bisa mandiri," tutur Arief.

Dia menilai kemandirian lansia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga mencakup kondisi sehat, produktif, bugar, bahagia, dan tetap aktif dalam kegiatan sosial.

"Saat ini, jumlah lansia di Jakarta Timur mencapai sekitar 10 persen dari total penduduk yang berjumlah sekitar 3 juta jiwa," ungkap Arief.

Untuk mendukung kesehatan dan kemandirian lansia, sambung dia, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menyiapkan Pasukan Putih atau tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Dasawisma.

"Peran Pasukan Putih ini terutama untuk membantu Lansia dalam kondisi yang perlu bantuan. Keluarganya juga perlu diberdayakan sebagai caregiver untuk membantu para lansia," terang Arief.

Caregiver merupakan seseorang yang bertanggung jawab merawat, mendampingi, dan memberikan bantuan fisik maupun emosional kepada orang lain yang mengalami keterbatasan akibat usia lanjut, penyakit kronis, disabilitas, atau gangguan mental.

Upaya promotif dan preventif itu pun terus dilakukan agar para lansia tetap sehat dan bugar. Lansia juga didorong rutin mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Posyandu, Posyandu Lansia, dan berbagai kegiatan kesehatan lainnya.

"Kami berkomitmen agar kesehatan lansia dapat dipantau dan berbagai penyakit dapat dideteksi lebih dini, seperti diabetes melitus dan hipertensi," ucap Arief.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia