Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Selatan menjaring puluhan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang menunggu sosok pengemudi dikenal dengan “Haji Gocap” di kawasan Kebayoran Baru pada malam hari.
"Hasil penjangkauan total 25 PPKS dari wilayah Kebayoran Baru," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Bernad Tambunan di Jakarta, Senin.
Sebanyak 75 petugas gabungan diterjunkan untuk melakukan penjangkauan dan difokuskan pada sejumlah lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya PPKS untuk menunggu pemberian uang dari “Haji Gocap”
Bernad mengatakan 25 PPKS tersebut dijangkau dari sejumlah titik di kawasan Jalan Fatmawati, Kebayoran Baru.
Kemudian, para PPKS yang terjaring langsung dimasukkan ke mobil Dinas Sosial untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari 25 PPKS tersebut, sebanyak 17 orang di antaranya merupakan pria dewasa dan delapan lainnya perempuan.
Berdasarkan hasil pendataan dan pemeriksaan, mereka diketahui merupakan peminta-minta yang sengaja menunggu pemberian uang pecahan Rp50 ribu dari “Haji Gocap”.
Setelah didata, seluruh PPKS dikirim ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya di Kembangan, Jakarta Barat, untuk mendapatkan pelayanan dan penanganan lebih lanjut.
"Operasi tadi malam menindaklanjuti fenomena 'Haji Gocap' sehingga memicu PPKS sering muncul malam hari," kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jakarta Selatan Yan Vetansyah mengatakan penjangkauan tersebut melibatkan 75 personel gabungan.
"Personel yang diterjunkan terdiri atas petugas Sudin Sosial, Satpol PP, serta TNI-Polri. Mereka menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya PPKS," kata Yan.
Penyisiran dimulai dari kawasan ITC Fatmawati, Jalan Fatmawati Blok A, hingga Jalan Darmawangsa di sekitar Gedung Tribrata.
Petugas menemukan sejumlah PPKS masih berada di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB. Mereka diduga tengah menunggu “Haji Gocap” melintas.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas, PPKS yang terjaring belum mendapatkan uang karena belum bertemu dengan “Haji Gocap”.
Sementara itu, sebagian PPKS lainnya disebut telah membubarkan diri setelah “Haji Gocap” melintas.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.