Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pemprov Jateng gandeng ACI buka peluang beasiswa ke Turki

NadiKabar Biro
Pemprov Jateng gandeng ACI buka peluang beasiswa ke Turki
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pemprov Jateng gandeng ACI buka peluang beasiswa ke Turki.

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki kerja sama dengan Awwamah Center Indonesia (ACI) untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi para santri di wilayah tersebut ke Turki.

Penjajakan kerja sama itu dibahas Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat menerima kunjungan Direktur Awwamah Center Indonesia Syekh Muhyiddin Awwamah di Semarang, Kamis.

Taj Yasin mengatakan Syekh Muhyiddin datang untuk memperkenalkan lembaga pendidikan yang dikelolanya di Turki, sekaligus menawarkan program beasiswa bagi santri yang ingin memperdalam ilmu hadis.

"Beliau memberikan beasiswa kepada santri-santri yang ingin melanjutkan pendidikan, khususnya pendidikan hadis di pondok beliau," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Menurut dia, salah satu program yang ditawarkan berupa pembelajaran selama satu tahun secara daring, dan setelah mengikuti pembelajaran dan ujian, peserta yang lulus akan diberangkatkan ke Turki.

Di Turki, mereka nantinya mengikuti pendidikan secara langsung selama sekitar satu bulan, dengan mendapatkan fasilitas tempat tinggal dan konsumsi.

Ia menilai tawaran tersebut sejalan dengan upaya Pemprov Jateng dalam memperluas akses pendidikan bagi santri, apalagi Jateng memiliki sekitar 5.378 pondok pesantren.

Pemprov Jateng saat ini mulai mengembangkan program beasiswa bagi santri melalui Lembaga Fasilitasi Sinergi Pesantren (LFSP) Jateng.

Pada tahun ini, ada 73 santri asal Jawa Tengah mendapat kesempatan memperoleh beasiswa pendidikan, dan 15 santri diantaranya melanjutkan pendidikan ke sejumlah negara, di antaranya Yaman, Mesir, dan China.

Sementara itu, Direktur ACI Syekh Muhyiddin Awwamah mengatakan tawaran kerja sama dengan Indonesia merupakan bagian dari upaya memperluas pendidikan ilmu hadis.

Saat ini, lembaganya telah memiliki jaringan dengan lembaga pendidikan di lebih dari 70 negara dan sekitar 250 pusat pendidikan hadis.

Khusus di Indonesia, ACI telah menjalin kerja sama dengan sekitar 40 lembaga pendidikan, termasuk pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan keagamaan.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan hadis, karena memiliki jumlah pesantren yang sangat banyak dan perhatian terhadap pendidikan keagamaan.

Namun, ia menilai pendidikan ilmu hadis secara khusus masih perlu diperkuat karena selama ini banyak lembaga pendidikan lebih fokus pada bidang seperti fikih, tasawuf, akidah, dan bahasa Arab.

Di sisi lain, lembaga yang secara khusus membina kader untuk mendalami ilmu hadis masih relatif terbatas.

Selama di Turki, para peserta akan belajar langsung kepada Syekh Muhyiddin ‘Awwamah dan ayahandanya, Syekh Al-Alamah Muhammad ‘Awwamah.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia