Padang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, usai keluhan gangguan kesehatan yang dialami 237 siswa dan guru setelah menyantap menu Makanan Gizi Gratis (MBG).
"Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau persoalan yang membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Padang, Jumat.
Ia mengatakan penghentian sementara tersebut merupakan langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan sekaligus memberikan ruang bagi instansi terkait pemeriksaan terhadap dugaan kejadian tersebut.
Pemeriksaan dan investigasi dilakukan oleh instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama pihak terkait lainnya.
"Ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama," ucapnya.
Ia meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Sumatera Barat meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan dan proses pengolahan hingga distribusi makanan.
Berdasarkan informasi dari Puskesmas Palupuh dan Puskesmas Pembantu (Pustu), sebanyak 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami keluhan muak, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG.
Sebagian dari mereka sempat mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Namun berdasarkan informasi terakhir, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Sementara Kepala SPPG Palupuh Wahyu Saputra mengatakan menu MBG yang dibagikan terdiri atas telur puyuh serta sayuran berupa timun, tomat, dan selada.
Ia mengatakan tidak ada laporan keluhan kesehatan ketika makanan dibagikan. Pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada hari berikutnya.
"Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan," ujarnya.
Sejalan dengan itu Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam Aryo mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) terkait.
Pemprov Sumbar terus memantau perkembangan kondisi para siswa dan guru serta menunggu hasil pemeriksaan sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.