Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pemuda Katolik perkuat peran cendekiawan dalam pembangunan nasional

NadiKabar Biro
Pemuda Katolik perkuat peran cendekiawan dalam pembangunan nasional
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pemuda Katolik perkuat peran cendekiawan dalam pembangunan nasional.

Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik memperkuat peran cendekiawan dan ilmuwan Katolik dalam pembangunan nasional melalui Konferensi Nasional Cendekiawan dan Akademisi Pemuda Katolik 2026 di Jakarta, pada 29-30 Agustus 2026.

Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Gusma menyebut peran dimaksud khususnya diperkuat melalui pengetahuan, riset, teknologi, dan gagasan kebijakan.

"Cendekiawan dan ilmuwan Katolik harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan, etika, dan kepentingan publik,” ujar Gusma dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Ia menuturkan konferensi nasional bukan hanya ruang bertukar gagasan, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun kontribusi akademik dan intelektual Katolik bagi agenda energi Indonesia.

Gusma menjelaskan cetak biru alias blueprint konferensi menempatkan tanggung jawab etis terhadap alam sebagai dasar keterlibatan akademisi.

Dengan begitu, kata dia, para cendekiawan dan ilmuwan Katolik didorong menghasilkan riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan, mengembangkan teknologi energi bersih dan terbarukan, menilai dampak ekologis kebijakan publik maupun industri, serta berani menjadi suara kritis terhadap praktik pembangunan yang merusak lingkungan.

Untuk itu, dirinya berharap forum tersebut melahirkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan gerakan nyata.

"Ilmu pengetahuan harus memberi solusi bagi ketahanan energi, tetapi pada saat yang sama memastikan keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan kepentingan generasi mendatang,” katanya.

Gusma juga menegaskan semangat Laudato Si’ menjadi pijakan moral dalam melihat pembangunan energi. Ekologi integral mengingatkan bahwa krisis lingkungan tidak dapat dipisahkan dari krisis sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menekankan investasi sebagai instrumen penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, investasi menjadi salah satu instrumen penting," ujar Todotua.

Selain itu, sambung dia, hilirisasi sumber daya alam juga menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Konferensi Nasional Cendekiawan dan Akademisi tersebut dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pertobatan ekologis dan mengutip semangat Laudato Si’ tentang perlunya perubahan sikap manusia terhadap lingkungan.

"Kita perlu mendorong pertobatan ekologis secara nasional agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi gerakan bersama,” kata Jumhur.

Jumhur juga menegaskan pemerintah akan memperkuat penegakan hukum terhadap pihak yang merusak lingkungan maupun kegiatan produksi yang meninggalkan sampah.

Kegiatan konferensi dibuka secara simbolis melalui penyiraman tanaman oleh para tokoh yang hadir. Simbol tersebut menegaskan pesan konferensi bahwa akselerasi ekonomi, hilirisasi, dan ketahanan energi harus berjalan bersama dengan tanggung jawab ekologis.

Adapun konferensi yang mengusung tema Sinergi Partisipasi Masyarakat dalam Akselerasi Hilirisasi dan Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045 itu mempertemukan pemerintah, akademisi, cendekiawan, dunia usaha, masyarakat sipil, dan kader Pemuda Katolik untuk merumuskan kontribusi intelektual terhadap agenda energi nasional.

Ketua Steering Committee (SC) Bondan Wicaksono mengatakan Konferensi Cendekiawan Jilid 2 tersebut membahas isu energi secara komprehensif, mulai dari pengelolaan energi dan pertobatan ekologis, ketahanan energi dan hilirisasi, demokratisasi energi, hingga pembangunan ekosistem energi nasional yang berkelanjutan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia