Jakarta - Penarik perahu getek berharap pemerintah menyediakan pekerjaan yang layak jika jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk menghubungkan Kelurahan Ulujami dan Kebayoran Lama Utara dibangun.
"Harapannya kalau ada sih dipekerjakan atau ganti rugi, karena ini juga kan usaha. Apalagi ini juga baru, baru bikin, kan habis modal banyak lagi. Itu bekas-bekas perahu yang kemarin kan sudah dibongkarin buat cadangan jembatan kalau ada kerusakan," kata penarik perahu getek, Tatang kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, beberapa waktu lalu Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo sempat mengecek langsung ke lokasi itu. Katanya, kunjungan itu untuk meninjau pembangunan JPO di kawasan tersebut.
"Kalau bisa bikinnya jangan di sini dulu Bang. Di atas atau di mana. Soalnya kalau langsung bikin di sini kan pasti ini berhenti dulu (geteknya). Warga mau aktivitas lewat mana? Kasihan. Tapi kalau bikinnya di atas atau di bawah, kan ini tetap bisa jalan. Jembatan jadi, ini selesai, juga sudah ada akses jembatan," kata Tatang.
Pria berusia 27 tahun itu mengaku khawatir bila pembangunan JPO itu membuat operasional geteknya dihentikan. Tatang juga menyebut warga sekitar tak keberatan getek tetap beroperasi. Tapi dia mengaku siap mengikuti aturan bila geteknya tak boleh lanjut.
"Enggak dilarang sama warganya. Katanya 'sudah, jalan saja terus'. Ya, kalau kami mah ikutin alurnya saja, disuruh berhenti ya berhenti, lanjut ya lanjut. Tapi kalau dibilang maunya, ya maunya sih lanjut," katanya.
Sementara, seorang warga Nining yang menjemput anaknya pulang dengan menggunakan getek mengaku keberadaan perahu getek membantu mobilitas warga, sehingga dia tak ingin getek itu dihentikan.
"Soalnya (getek) buat potong jalan. Kalau ke situ kejauhan. Kalau saya dari sini ke situ cepat, enggak usah muter jauh," kata Nining.
Meski begitu, Nining setuju saja dengan pembangunan JPO untuk menghubungkan Ulu Jami dan Kebayoran Lama Utara. Tapi dia juga ingin operasional getek tidak dihentikan.
"Kalau JPO setuju aja. Tapi (operasional getek) berhenti mah jangan deh. Enak kayak gini, sudah dari dulu kayak gini," ucapnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.