Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pentagon hadirkan ChatGPT dan Grok khusus untuk kebutuhan pertahanan

NadiKabar Biro
Pentagon hadirkan ChatGPT dan Grok khusus untuk kebutuhan pertahanan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pentagon hadirkan ChatGPT dan Grok khusus untuk kebutuhan pertahanan.

Jakarta - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menyediakan chatbot kecerdasan artifisial (AI) ChatGPT dari OpenAI dan Grok dari xAI versi khusus untuk 3 juta personel sipil dan militer.

Dilansir dari laporan Tech Crunch pada Senin (31/8) waktu setempat, kedua layanan yang bernama ChatGPT Mil dan Grok for Government itu merupakan layanan (AI) khusus yang telah disesuaikan dengan kebutuhan militer dan pertahanan.

ChatGPT Mil dan Grok for Government kini tersedia melalui GenAI.mil, sebuah portal AI terpusat yang diluncurkan Pentagon tahun lalu.

Portal tersebut dirancang untuk memberikan akses kepada pegawai Departemen Pertahanan AS terhadap berbagai model AI komersial tanpa harus mengirimkan data sensitif pemerintah.

Versi AI tersebut juga tidak melakukan mekanisme pengumpulan data yang umum ditemukan pada layanan teknologi untuk konsumen biasa.

Menurut Departemen Pertahanan AS, GenAI.mil telah digunakan oleh lebih dari 1,7 juta pengguna unik dari sekitar 3 juta personel di lingkungan departemen tersebut.

ChatGPT Mil dikembangkan melalui program OpenAI for Government dan menawarkan pengalaman yang serupa dengan ChatGPT versi umum.

Layanan ini menyediakan sejumlah kemampuan seperti percakapan, pengelolaan berkas, proyek, serta GPT khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Pentagon mengatakan ChatGPT Mil akan difokuskan untuk pekerjaan rutin yang menggunakan banyak dokumen dan tidak melibatkan informasi rahasia.

Penggunaannya mencakup tugas administrasi, logistik, perencanaan, hingga penyusunan kebijakan. Fitur tambahan juga akan dikembangkan secara bertahap.

Sementara itu, Grok for Government memiliki cakupan penggunaan yang lebih luas, termasuk untuk mendukung kebutuhan operasional militer.

Departemen Pertahanan AS menyebut Grok dapat membantu personel meningkatkan produktivitas, menjaga kesinambungan informasi, serta melakukan kolaborasi secara lebih aman dan efisien.

Grok juga dapat membantu militer menjalankan berbagai tugas dengan lebih cepat dan presisi. Penggunaannya mencakup analisis riset pasar untuk kebutuhan pengadaan hingga pengelolaan rantai pasok bagi personel logistik.

Grok for Government disediakan melalui Starshield AI milik SpaceX, yang merupakan jaringan satelit berbasis teknologi Starlink.

Langkah Pentagon tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah AS memperluas penggunaan AI untuk mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan, dengan tetap memperhatikan keamanan data.

Selain OpenAI dan xAI, Pentagon juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi lain untuk meningkatkan kemampuan AI, termasuk Amazon Web Services, Microsoft, Nvidia, dan Reflection AI.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia