Jakarta - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) terus berupaya memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) atau Health, Safety, Security & Environment (HSSE), guna mencegah terjadinya kecelakaan besar (major accident) dalam kegiatan operasional perusahaan.
“Pencegahan major accident dimulai dari kepemimpinan yang konsisten dalam menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap keputusan dan aktivitas operasional,” kata Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, John mengatakan pencegahan major accident membutuhkan komitmen seluruh pekerja, tidak hanya fungsi HSSE.
“Selain sistem dan prosedur yang baik, setiap pekerja harus memiliki kompetensi, kepedulian, serta keberanian untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko,” ujar dia.
Ia menambahkan, komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan tiga peraturan utama (golden rules) Pertamina, yakni patuh, intervensi, dan peduli, yang mendorong setiap pekerja untuk mematuhi prosedur, berani menghentikan kondisi tidak aman, serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan rekan kerja dan lingkungan.
Penguatan budaya keselamatan tersebut sejalan dengan kinerja HSSE Subholding Power & New Renewable Energy (SH PNRE) Pertamina yang hingga saat ini telah mencatatkan 6.293.683 jam kerja selamat, yang terdiri dari 1.794.240 jam kerja pekerja dan 4.499.443 jam kerja mitra kerja.
John mengatakan, Pertamina NRE juga mencatatkan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,00 serta zero fatal accident.
“Capaian tersebut menjadi fondasi untuk terus memperkuat pengendalian risiko dan mencegah terjadinya insiden, khususnya major accident, di seluruh aktivitas operasional,” kata dia.
Sementara itu, Pertamina NRE juga menggelar “Grand HSSE Meeting SH PNRE 2026” bertema “Leading with Commitment, Preventing Major Accidents” yang digelar di PT Jawa Satu Power (JSP), Cilamaya, Karawang, akhir Agustus lalu.
John mengatakan, kegiatan ini menjadi forum penguatan kepemimpinan keselamatan, pengendalian risiko, dan disiplin operasional untuk mendukung operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, PT Jawa Satu Power sebagai tuan rumah kegiatan mengoperasikan PLTGU Jawa-1, salah satu aset strategis dalam portofolio Pertamina NRE dengan kapasitas terpasang 1.760 MW yang terdiri dari dua unit masing-masing berkapasitas 880 MW.
Pembangkit ini terintegrasi dengan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), jaringan transmisi 500 kV, serta Gardu Induk Gas Insulated 500 kV dalam rantai nilai gas-to-power terintegrasi.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.