Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pidie Jaya prioritas pemulihan tambak masyarakat terdampak bencana

NadiKabar Biro
Pidie Jaya prioritas pemulihan tambak masyarakat terdampak bencana
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pidie Jaya prioritas pemulihan tambak masyarakat terdampak bencana.

Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memprioritaskan pemulihan tambak masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu guna membangkitkan perekonomian masyarakat.

"Pemkab Pidie Jaya memprioritaskan pemulihan atau normalisasi tambak masyarakat terdampak bencana. Tujuan untuk mempercepat pemulihan perekonomian masyarakat pascabencana," kata Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Kamis.

Berdasarkan data, luas tambak terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya mencapai 1.700 hektare. Dari total luas tersebut, seluas 745 hektare di antaranya rusak ringan, 300 hektare lainnya rusak berat. Selebihnya rusak sedang.

Beberapa kawasan tambak yang menjadi prioritas pemulihan, menurut dia, termasuk di kawasan Dayah Kleng, Gampong Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu.

Hasil peninjauan di kawasan Dayah Kleng, menunjukkan areal tambak di wilayah tersebut mengalami sedimentasi lumpur dalam jumlah cukup besar. Serta terdapat bagian tanggul yang mengalami kerusakan.

"Kondisi ini membuat tambak tidak dapat langsung digunakan untuk budi daya hanya dengan intervensi benih. Normalisasi, pembersihan endapan, perbaikan tanggul serta pembenahan saluran pengairan menjadi tahapan penting sebelum tambak kembali dioperasikan," katanya.

Berdasarkan pemaparan di lapangan, satu petak tambak di kawasan Dayah Kleng memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi. Dengan luas tersebut dibutuhkan waktu pemulihan berkisar dua hingga tiga hari untuk setiap petak. Termasuk, menyesuaikan kondisi sedimentasi dan kerusakan.

Kemudian, pembersihan rumput serta material organik juga menjadi bagian dari pekerjaan untuk menjaga kualitas air. Material organik yang menumpuk dan membusuk dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar amonia dan berpengaruh terhadap lingkungan budidaya.

"Kami juga mendorong dinas terkait agar pemulihan tambak tidak hanya berorientasi pada pengerukan tambak. Normalisasi dasar tambak, penguatan tanggul, serta memastikan jaringan pengairan berfungsi dengan baik agar intervensi budi daya nantinya benar-benar efektif," katanya

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin pemulihan berhenti pada perbaikan infrastruktur, tetapi diarahkan hingga lahan tambak kembali berproduksi dan memberikan pendapatan bagi masyarakat.

"Normalisasi tambak diharapkan menjadi langkah konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat pesisir pascabencana," kata Sibral Malasyi.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia