Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

PLTS 100 GWp berpotensi ciptakan 5,52 juta pekerjaan

NadiKabar Biro
PLTS 100 GWp berpotensi ciptakan 5,52 juta pekerjaan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait PLTS 100 GWp berpotensi ciptakan 5,52 juta pekerjaan.

Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) menjadi langkah pemerintah membangun kemandirian energi sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan program tersebut diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun dan berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja.

"Dimulainya program Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS 100 Gigawatt Peak (GWp) bukan sekadar penetapan target. Ini adalah langkah nyata untuk membangun sumber energi baru yang lebih kuat, lebih mandiri, dan berkelanjutan bagi Indonesia," ujar Qodari.

Ia mengatakan langkah tersebut mulai diwujudkan dengan peluncuran program PLTS 100 GWp oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (25/8), yang diawali pembangunan 14 PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas 5,3 GWp.

Peluncuran program tersebut dipusatkan di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

"Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhenti pada wacana tentang kemandirian energi. Kita mulai membangunnya secara nyata, bertahap, dan terukur," katanya.

Qodari menjelaskan program PLTS 100 GWp menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Dengan memanfaatkan potensi energi matahari Indonesia, menurut dia, kebutuhan energi nasional diharapkan semakin dapat dipenuhi dari sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

"Namun, bagi pemerintah, peralihan menuju energi bersih bukan hanya soal mengurangi emisi. Lebih dari itu, transisi energi harus membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional," ujarnya.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan program PLTS 100 GWp berpotensi menghemat anggaran hingga Rp73,9 triliun per tahun, menekan emisi sekitar 140 juta ton CO2, serta menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja.

"Karena itu, pembangunan PLTS 100 Gigawatt Peak tidak akan berhenti pada pembangunan pembangkit listrik. Kita ingin membangun ekosistem energi surya nasional yang tumbuh dari hulu hingga hilir," kata Qodari.

Ia mengatakan pemanfaatan energi surya juga akan diperluas untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus mendukung berbagai kegiatan produktif masyarakat.

Menurut Qodari, kebutuhan investasi sekitar Rp1.140 triliun dalam pengembangan PLTS 100 GWp turut membuka peluang bagi industri dalam negeri.

"Akan tumbuh kebutuhan baru, investasi baru, lapangan kerja baru, dan pada akhirnya, kekuatan ekonomi baru," ujarnya.

Qodari menegaskan pembangunan PLTS 100 GWp merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun kemandirian energi sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

"Inilah semangat yang ingin kita bangun, energi yang lebih mandiri, ekonomi yang semakin kuat, dan manfaat pembangunan yang semakin luas," katanya.

Ia mengatakan peluncuran program PLTS 100 GWp menunjukkan langkah besar pengembangan energi surya tersebut telah mulai diwujudkan pemerintah.

"PLTS 100 Gigawatt Peak adalah langkah besar. Dan hari ini, langkah besar itu sudah dimulai," ujar Qodari.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia