Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat melakukan pendekatan humanis dalam mengawal aksi penyampaian pendapat oleh ratusan petani tebu yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) di kawasan Monas, Jakarta, Selasa.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pendekatan tersebut dilakukan dengan tetap menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat sekaligus memastikan aksi berlangsung aman, tertib, dan damai.
"Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tugas kami adalah memberikan pelayanan dan pengamanan agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, tertib, dan damai," kata Reynold dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan personel Polwan Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat membagikan roti dan air mineral kepada massa di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di seberang Menara Danareksa.
Reynold mengatakan pemberian makanan dan minuman tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang tengah menyampaikan aspirasinya.
"Polri hadir tidak hanya untuk mengamankan kegiatan, tetapi juga memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat," ujarnya.
Kapolres menyebut sebanyak 524 personel disiagakan untuk melakukan pengamanan dan pelayanan selama kegiatan berlangsung.
Polisi juga mengimbau massa agar menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Diketahui, massa aksi tiba di kawasan Parkir IRTI Monas sekitar pukul 06.15 WIB, kemudian bergerak menuju Silang Selatan Monas pada pukul 09.17 WIB.
Setibanya di lokasi, peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara.
Dalam aksi tersebut, petani tebu menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan petani, salah satunya meminta harga pembelian pemerintah (HPP) gula petani dinaikkan menjadi Rp16.875 per kilogram.
Selain itu, massa meminta penghapusan harga eceran tertinggi (HET) gula, penetapan rendemen tebu minimal delapan persen, serta penghentian impor gula konsumsi.
Hingga berita ini disiarkan, kegiatan unjuk rasa masih berlangsung dan situasi di sekitar Silang Selatan Monas terpantau aman dan kondusif.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.