Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Potret Kapal Induk 'Karatan' AS Sandar di Thailand Pasca Perang Iran

NadiKabar Biro
Potret Kapal Induk 'Karatan' AS Sandar di Thailand Pasca Perang Iran
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Potret Kapal Induk 'Karatan' AS Sandar di Thailand Pasca Perang Iran.

JAKARTA — USS Abraham Lincoln tiba di Thailand setelah lebih dari delapan bulan di laut, dengan lambung berkarat akibat penugasan tempur

Kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln, berlayar menuju Pelabuhan Laem Chabang untuk beristirahat setelah menjalani penugasan panjang di Timur Tengah, di Provinsi Chonburi, Thailand, Rabu (2/9/2026). Kapal berbobot sekitar 100.000 ton tersebut akhirnya tiba di pelabuhan itu, sekaligus menjadi kunjungan pertamanya ke Thailand dalam lebih dari delapan bulan. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Kapal berbobot sekitar 100.000 ton tersebut terlihat mengalami karat pada bagian lambung setelah lama berada di laut. Lincoln berangkat dari San Diego pada November dan dijadwalkan kembali ke California Selatan pada akhir tahun, yang menjadikannya salah satu penugasan terpanjang dalam sejarah modern Angkatan Laut AS. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Komandan USS Lincoln Kapten Dan Keeler mengatakan seluruh awak antusias menjadikan Thailand sebagai lokasi kunjungan pelabuhan pertama dalam penugasan bersejarah tersebut. Senator AS Richard Blumenthal menyebut Lincoln mencatat rekor modern untuk jumlah hari berturut-turut di laut saat menjalankan misi tempur dan blokade dalam konflik dengan Iran. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Durasi penugasan panjang itu memicu sorotan terhadap kondisi sekitar 5.000 awak kapal. Sejumlah laporan menyebut adanya kekurangan pasokan kebutuhan pokok, kontaminasi air, masalah saluran air, penurunan kesehatan mental hingga dugaan upaya bunuh diri. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah kondisi tersebut dan menyebut situasi di kapal telah digambarkan secara keliru. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Di tengah polemik tersebut, Pentagon mengumumkan USS George Washington yang berbasis di Jepang akan dikerahkan ke Timur Tengah untuk menggantikan Lincoln. Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryle Caudle mengakui penugasan berkepanjangan memberi tekanan terhadap personel, keluarga, dan institusi Angkatan Laut, meski situasi konflik turut menentukan lamanya pengerahan. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia