JAKARTA — Distrik Chitwan yang erkenal terkenal dengan hutan dan sungainya kini menjadi lokasi penguburan massal banjir bandang dan longsir di Nepal.
Petugas Armed Police Force (APF) berdiri di atas kendaraan di samping sebuah tandu di lokasi pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor mematikan di Chitwan, Nepal, Selasa (1/9/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)
Distrik Chitwan memiliki pemandangan indah yang terkenal terkenal dengan hutan dan sungainya kini telah menjadi lokasi penguburan massal bagi ratusan korban tak dikenal yang jenazahnya hanyut terbawa arus deras yang melanda wilayah Himalaya beberapa hari lalu. (REUTERS/Adnan Abidi)
Jalan setapak di hutan tersebut merupakan lokasi favorit untuk jalan pagi. Kini, tempat itu menjadi lokasi penguburan sementara bagi jenazah yang kondisinya sudah terlalu rusak akibat pembusukan sehingga tidak dapat diidentifikasi. (REUTERS/Adnan Abidi)
"Kami tidak memiliki pilihan lain dan harus mengambil langkah ini. Kekhawatiran kami adalah risiko kesehatan masyarakat akibat proses pembusukan jenazah yang berlangsung cepat," ujar Ganesh Aryal, pejabat distrik Bharatpur, Chitwan. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Pihak berwenang menguburkan 96 jenazah tak dikenal di hutan tersebut pada hari Sabtu dan berencana menguburkan lebih dari 100 jenazah lainnya pada hari Minggu, sementara tim evakuasi terus mengevakuasi korban dari sungai dan tumpukan puing. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Sebanyak 750 orang tewas dan lebih dari 3.000 orang dilaporkan hilang setelah banjir bandang yang dipicu oleh runtuhnya gletser menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan Nepal dan Tiongkok, menyebabkan kerusakan parah. (REUTERS/Adnan Abidi)
Sekitar 100 petugas penyelamat, polisi, dan pejabat lainnya turut membantu mendata korban tewas, memotret jenazah, membantu keluarga dalam proses identifikasi, serta mempersiapkan jenazah untuk dimakamkan.(REUTERS/Navesh Chitrakar)
Pihak berwenang menyatakan bahwa setiap lokasi penguburan dicatat dengan cermat; penanda identitas ditempatkan baik di permukaan maupun di dalam tanah, serta data lokasi yang presisi turut dicatat. (REUTERS/Adnan Abidi)
Sampel DNA dari jenazah tak dikenal telah diambil oleh pihak berwenang Nepal, sehingga memungkinkan mereka untuk menemukan dan menggali kembali jenazah tersebut jika korban nantinya berhasil diidentifikasi melalui klaim keluarga, catatan resmi, atau tes genetik. (REUTERS/Adnan Abidi)
"Dari jenazah yang telah kami evakuasi sejauh ini, lebih dari separuhnya sudah tidak bisa dikenali lagi," ujar Inspektur Anil Thapa kepada Reuters. "Banyak yang wajahnya sudah tidak terlihat jelas." (REUTERS/Adnan Abidi)
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.