Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Kevin Kim di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi membahas kerja sama dua negara serta kawasan.
Duta Besar AS untuk ASEAN merupakan pejabat paling senior pemerintah Amerika Serikat yang mewakili negaranya di Jakarta, mengingat hingga saat ini Pemerintah AS belum menunjuk duta besar definitif untuk Indonesia.
Dalam pertemuan yang sama, Presiden Prabowo juga menerima Kuasa Usaha ad Interim AS untuk ASEAN Joy M. Sakurai.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang mengikuti pertemuan tersebut bersama dengan Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mendeskripsikan suasana pertemuan hangat dan konstruktif.
"Dalam pertemuan tersebut dibahas pula berbagai upaya untuk meningkatkan kerja sama antarkedua negara, termasuk dalam mendorong kerja sama dan stabilitas di kawasan serta mempererat hubungan kedua negara yang berlandaskan prinsip saling menghormati dan kemitraan yang setara," kataTeddy kepada wartawan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Seskab melanjutkan pertemuan itu pun diharapkan memperkuat fondasi hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus mendorong kerja sama bilateral yang konstruktif untuk dua negara dan kawasan.
"Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat fondasi hubungan Indonesia-Amerika Serikat, sekaligus mendorong kerja sama yang semakin erat, konstruktif, dan saling menguntungkan, baik secara bilateral maupun dalam mendukung perdamaian, stabilitas, dan kemajuan di kawasan," ujarnya.
Dalam rangkaian lawatannya ke luar negeri pada September 2026 ini, Presiden Prabowo dijadwalkan bertolak ke Markas PBB di New York, Amerika Serikat, pada pekan keempat September untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) Ke-81.
Kendati demikian, sejauh ini, pihak Istana maupun Sekretariat Kabinet belum mengonfirmasi kehadiran Presiden dalam ajang tahunan PBB itu.
Pada 2025 lalu, Prabowo menorehkan sejarah dengan berpidato pada urutan ketiga dalam sesi Debat Tingkat Tinggi UNGA Ke-80.
Di hadapan para pemimpin negara-negara dan lembaga dunia, Presiden Prabowo berbicara setelah Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva pada posisi pertama dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump selaku tuan rumah pada posisi kedua.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.