Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kerja sama investasi Indonesia dan Rusia melalui Danantara dan Dana Investasi Langsung Rusia atau Russian Direct Investment Fund (RDIF).
Dalam pidato pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, Prabowo mengatakan Danantara yang baru didirikan Indonesia dengan aset kelolaan sekitar 1 triliun dolar AS dapat menjadi jembatan bagi pasar modal kedua negara.
"Danantara dapat bertindak sebagai jembatan di mana pasar modal Rusia dan Indonesia serta tujuan strategis dapat bertemu," ujar Presiden Prabowo yang dipantau melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Kamis.
Menurut Prabowo, kerja sama Danantara dan RDIF perlu diarahkan lebih jauh, dari sekadar mengidentifikasi peluang investasi menjadi pembiayaan proyek yang layak secara komersial.
"Danantara dan dana kekayaan berdaulat Rusia, Dana Investasi Langsung Rusia, dapat bergerak dari mengidentifikasi kemungkinan menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara bank, bankable projects," kata Presiden Prabowo.
Ia menekankan setiap kesepakatan kerja sama yang diumumkan harus memiliki target yang jelas dan dapat diukur.
Prabowo meminta setiap perjanjian mencantumkan secara rinci tonggak pencapaian, skema pembiayaan, serta tahapan pelaksanaan proyek.
Dengan skema tersebut, kerja sama investasi Indonesia-Rusia diharapkan tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi dapat diwujudkan dalam proyek konkret dengan pembiayaan dan target pelaksanaan yang jelas.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.