Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pram tekankan pentingnya pendidikan untuk bangun SDM Jakarta

NadiKabar Biro
Pram tekankan pentingnya pendidikan untuk bangun SDM Jakarta
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pram tekankan pentingnya pendidikan untuk bangun SDM Jakarta.

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di Jakarta.

Pendidikan, kata dia, merupakan salah satu kunci untuk membuka kesempatan dan memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga.

“Saya meyakini untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga, sekolah itu nomor satu,” kata Pramono dalam acara penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Literasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) Provinsi DKI Jakarta 2026 di Balai Kota, JAkarta, Kamis.

Menurut pria yang akrab disapa Pram itu, HANJABA merupakan contoh sederhana peran ruang kreativitas dalam menumbuhkan keberanian anak untuk tampil dan menyampaikan gagasan.

“Saya melihat acara yang seperti ini sangat baik untuk merangsang, merespons, mendorong anak-anak kita untuk bisa dan berani tampil,” ujar Pramono.

Dia pun optimistis potensi yang ditunjukkan anak-anak dalam HANJABA DKI 2026 menjadi gambaran kekuatan sumber daya manusia Jakarta di masa depan.

“Itulah yang membuat saya meyakini bahwa Jakarta kaya betul dengan sumber daya manusia atau sumber daya anak. Dan itulah yang kemudian membuat saya meyakini bahwa mudah-mudahan Jakarta ke depan akan semakin tangguh,” tutur Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan HANJABA dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus memberi ruang kepada anak-anak untuk berpikir, berimajinasi, dan berkarya.

Antusiasme peserta tahun ini meningkat. Sebanyak 1.640 anak mendaftarkan diri sejak registrasi dibuka pada 28 Juli 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan HANJABA.

Setelah melalui seleksi administrasi, seleksi karya, dan kompetisi langsung, sebanyak 488 peserta terpilih mengikuti babak kompetisi pada 20, 21, dan 24 Agustus 2026.

Lomba disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Peserta SD/MI mengikuti lomba menggambar, bertutur, dan membaca puisi.

Peserta SMP/MTs mengikuti lomba membuat komik strip dan pantun, sementara peserta SMA/SMK/MA mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris dan fotografi. Lomba menulis terbuka bagi peserta didik dari jenjang SD hingga SMA.

“Beragam cabang lomba tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan literasi dengan caranya masing-masing,” ungkap Nasruddin.

Lebih lanjut, dia mengatakan karya para peserta juga memperlihatkan cara generasi muda memandang Jakarta melalui pengalaman, ingatan, dan harapan mereka.

“Ke-488 peserta yang telah sampai pada tahap kompetisi langsung ini adalah anak-anak terbaik di Jakarta yang telah berani mencoba, berkarya, dan menyampaikan gagasan,” ucap Nasruddin.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia