Jakarta - BRI Super League 2026/2027 langsung menghadirkan duel menarik pada pekan pertama. Persib Bandung akan menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9) pukul 19.00 WIB.
Laga ini menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti pada pekan pembuka. Persib datang dengan status sebagai juara bertahan dan tentu ingin mengawali perjalanan mempertahankan gelar dengan kemenangan di hadapan Bobotoh.
Namun, PSM bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Juku Eja memiliki karakter permainan agresif dan berpotensi membuat Persib bekerja keras untuk mendapatkan tiga poin.
Persib juga harus membagi fokus setelah baru saja menjalani pertandingan play-off ACL Two 2026/2027 melawan Manila Digger pada 31 Agustus lalu. Maung Bandung berhasil mengamankan kemenangan 1-0 dalam pertandingan tersebut.
Dengan waktu pemulihan yang relatif singkat, faktor kebugaran bisa menjadi salah satu tantangan bagi Persib.
Secara materi pemain dan keuntungan bermain di kandang, Persib layak menjadi tim yang lebih diunggulkan.
Status sebagai juara bertahan tentu memberikan motivasi tambahan bagi Maung Bandung. Mereka tentu tidak ingin mengawali musim baru dengan hasil yang mengecewakan di depan pendukung sendiri.
Persib juga memiliki catatan positif dalam pertemuan terakhir kedua tim. Pada Super League musim 2025/2026, Maung Bandung berhasil menaklukkan PSM dengan skor 2-1 saat bertandang ke markas Juku Eja pada 17 Mei 2026.
Hasil tersebut bisa menjadi modal psikologis, meski tidak bisa dijadikan jaminan bahwa pertandingan kali ini akan berjalan mudah.
Apalagi, PSM tentu datang dengan misi berbeda. Bermain sebagai tim tamu membuat Juku Eja tidak memiliki tekanan sebesar Persib dan bisa saja memilih pendekatan yang lebih pragmatis.
Di sisi lain, Persib memasuki musim 2026/2027 dengan komposisi skuad yang cukup berbeda.
Maung Bandung mendatangkan sejumlah pemain untuk memperkuat kedalaman tim. Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Mariano Peralta, yang sebelumnya tampil impresif hingga dinobatkan sebagai MVP Super League 2025/2026.
Selain Peralta, Persib juga merekrut Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, Luka Menalo, Gabriel Mutombo, dan Gakuto Notsuda.
Kedatangan pemain-pemain tersebut membuat pelatih Igor Tolic memiliki lebih banyak opsi dalam menentukan starting Eleven.
Kedalaman skuad ini bisa menjadi keuntungan besar bagi Persib, terutama ketika jadwal padat mulai menanti. Namun, ada satu persoalan yang juga harus diperhatikan yakni, chemistry.
Para pemain baru tentu masih membutuhkan waktu untuk benar-benar memahami karakter permainan rekan setimnya. Pekan pertama bisa menjadi kesempatan bagi Igor Tolic untuk menemukan kombinasi terbaik.
Sedangkan di sisi tim tamu, PSM datang dengan misi mencuri poin dari Bandung.
Juku Eja dikenal memiliki permainan yang agresif dan tidak ragu memberikan tekanan kepada lawan. Persib harus berhati-hati ketika kehilangan bola karena PSM bisa memanfaatkan transisi untuk melancarkan serangan cepat.
PSM juga memiliki peluang untuk membuat pertandingan menjadi sulit bagi tuan rumah apabila mampu bermain disiplin.
Salah satu kunci permainan Juku Eja adalah bagaimana mereka menjaga jarak antar lini. Jika terlalu banyak ruang diberikan kepada pemain kreatif Persib, Maung Bandung bisa dengan cepat mengambil alih permainan.
Sebaliknya, jika PSM mampu mempertahankan organisasi pertahanan dengan baik, tekanan justru bisa berbalik kepada Persib.
Pertandingan ini kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki penyerang paling tajam.
Lini tengah bisa menjadi area paling krusial.
Persib membutuhkan pemain yang mampu mengontrol tempo sekaligus memutus aliran serangan PSM. Penguasaan area tengah akan membuat Maung Bandung lebih mudah membangun serangan dari lini belakang.
PSM tentu akan berusaha mengganggu rencana tersebut. Juku Eja harus bisa memenangkan duel di lini tengah sekaligus menjaga agar Persib tidak terlalu nyaman menguasai bola.
Kemampuan kedua tim dalam melakukan transisi juga layak diperhatikan. Pergantian dari bertahan ke menyerang secara cepat dapat menjadi senjata penting, terutama ketika lawan kehilangan keseimbangan.
Satu hal yang sedikit menguntungkan PSM adalah kondisi Persib yang harus menjalani pertandingan kompetitif beberapa hari sebelum menghadapi Juku Eja.
Persib baru bermain melawan Manila Digger pada 31 Agustus. Artinya, waktu pemulihan menuju laga Super League relatif singkat.
Di satu sisi, jadwal tersebut bisa membuat pemain Persib mengalami kelelahan. Namun, kemenangan atas Manila Digger juga memberikan suntikan kepercayaan diri.
Igor Tolic harus pintar mengatur rotasi agar Persib tetap memiliki energi untuk tampil maksimal selama 90 menit.
Jika Persib mampu mencetak gol lebih dahulu, pertandingan kemungkinan akan terbuka. PSM harus keluar menyerang dan situasi tersebut bisa menciptakan ruang bagi para pemain depan Maung Bandung.
Sebaliknya, jika PSM mampu menjaga gawangnya tetap aman hingga babak pertama berakhir, tekanan bisa semakin besar kepada Persib.
Dengan status juara bertahan, kualitas skuad, keuntungan bermain di GBLA, serta catatan positif dalam pertemuan terakhir, Persib pantas ditempatkan sebagai favorit.
Namun, laga pembuka musim tidak pernah mudah. Pemain baru masih beradaptasi, chemistry belum sepenuhnya terbentuk, dan kondisi fisik Persib juga perlu diperhatikan setelah menjalani pertandingan di kompetisi Asia.
PSM punya peluang untuk mencuri poin apabila mampu bermain disiplin, menjaga organisasi pertahanan, dan memaksimalkan setiap kesalahan yang dibuat tuan rumah.
Dukungan Bobotoh tetap menjadi faktor penting. Persib diprediksi tampil agresif sejak menit awal dan berusaha mengambil kendali pertandingan.
Pada akhirnya, kualitas dan kedalaman skuad Maung Bandung diperkirakan akan menjadi pembeda.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.