Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran siap memberikan respons jika Amerika Serikat kembali memenuhi komitmennya dalam kesepakatan sementara yang dicapai kedua negara pada Juni lalu.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Bishkek, Selasa, setelah Iran dan AS kembali terlibat dalam pertukaran serangan langsung. Adapun KTT tersebut dihadiri sejumlah pemimpin negara, termasuk Presdien China Xi Jinping hingga Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Saya menyatakan dengan jelas bahwa jika Amerika Serikat kembali ke komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman, Republik Islam Iran akan segera membalas," kata Pezeshkian seperti dikutip media pemerintah Iran, Selasa (1/9/2026).
Pezeshkian merujuk pada kesepakatan sementara yang ditandatangani Teheran dan Washington pada Juni sebagai upaya menghentikan konflik yang pecah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Dalam beberapa kesempatan, Iran menegaskan kesepakatan tersebut menjadi salah satu syarat bagi Teheran untuk menjamin pelayaran bebas melalui Selat Hormuz. Jalur perairan strategis itu merupakan rute penting bagi distribusi minyak global.
Pernyataan Pezeshkian muncul setelah terjadi pertukaran serangan terbaru antara kedua pihak. AS dilaporkan menyerang Pulau Larak, sementara Iran kemudian melancarkan serangan terhadap dua pangkalan udara AS di Yordania.
Meski ketegangan kembali meningkat, Pezeshkian sebelumnya mengatakan perang tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun. Ia juga menegaskan bahwa Teheran masih terbuka terhadap solusi melalui perundingan untuk menyelesaikan konflik dengan Washington.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa "akan ada tanggapan" atas serangan Iran. Namun, Trump kepada wartawan di Oval Office menyatakan serangan terbaru tersebut belum menunjukkan kembalinya perang dalam skala penuh.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.