Probolinggo, Jawa Timur - Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terus menggenjot gerakan percepatan tanam padi untuk meningkatkan luas tanam sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan.
Salah satu langkah yang dilakukan melalui gerakan tanam padi yang dilaksanakan bersama Kelompok Tani (Poktan) Tani Maju di Desa Nogosaren, Kecamatan Gading dan Poktan Tani Mulyo di Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Senin.
"Gerakan tanam itu merupakan bagian dari upaya mempercepat tanam dan meningkatkan luas tambah tanam padi. Optimalisasi lahan harus didukung sarana produksi, alsintan dan pendampingan agar pertanaman bisa berjalan maksimal,” kata Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah.
Gerakan tanam padi menjadi bagian dari strategi Diperta Kabupaten Probolinggo dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia sekaligus mendorong peningkatan luas tambah tanam padi mencapai 41 hektare hingga 31 Agustus 2026. Dari capaian tersebut, kegiatan gerakan tanam di Desa Nogosaren menjadi salah satu lokasi sampel dengan luasan 0,5 hektare, sedangkan di Desa Sentul mencakup 0,2 hektare.
"Percepatan tanam dilakukan untuk mendorong peningkatan luas pertanaman sekaligus menjaga produktivitas padi. Program tersebut perlu didukung dengan sarana produksi, alat dan mesin pertanian (alsintan), penerapan teknologi serta pendampingan secara langsung kepada petani," tuturnya.
Menurut dia, peningkatan luas tambah tanam bukan menjadi tujuan akhir karena bertambahnya luas pertanaman harus diikuti dengan peningkatan produktivitas sehingga produksi padi juga mengalami peningkatan.
"Kami tidak hanya mengejar penambahan luas tanam, tetapi juga bagaimana tanaman dapat menghasilkan produktivitas yang optimal. Dengan begitu, produksi padi dan ketersediaan pangan daerah bisa semakin kuat," katanya.
Ia mengatakan, optimalisasi lahan pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung ketahanan pangan. Lahan yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara efektif melalui pola budidaya yang tepat dan efisien.
Sementara Ketua Tim Kerja Kabupaten Probolinggo Eko Budi Santoso mengatakan percepatan tanam membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan petani.
“Percepatan tanam tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Sinergi pemerintah, petani, kelompok tani, penyuluh dan petugas lapangan sangat diperlukan agar target luas tambah tanam dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Selain mengejar percepatan tanam, Diperta juga memberikan perhatian terhadap pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) karena pemantauan tanaman dilakukan sejak fase awal pertumbuhan untuk mendeteksi potensi serangan hama maupun penyakit.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.