Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Program JKN jamin pengobatan anak penderita Talasemia di Barito Utara

NadiKabar Biro
Program JKN jamin pengobatan anak penderita Talasemia di Barito Utara
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Program JKN jamin pengobatan anak penderita Talasemia di Barito Utara.

Muara Teweh - Biani, warga Desa Pendreh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengaku terbantu atas pengobatan yang dijalani putranya, Hadid yang menderita Talasemia (kelainan darah, karena kurangnya hemoglobin atau Hb) melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Manfaat dari Program JKN terbukti dirasakan langsung masyarakat walaupun dari sisi ekonomi, tidak semua bisa membayar iuran secara mandiri, karena adanya keterbatasan dari penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari.

“Berobat pakai BPJS, kalau tidak ada BPJS kami tidak sanggup dan bingung harus gimana lagi, kalau tidak ada bantuan kami bisa pasrah dan rasanya ingin menyerah saja. Saat ini kami terdaftar BPJS segmen yang dibayar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara,” kata Biani di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Senin.

Biani sendiri bekerja jualan kue dan sesekali mengambil upah dari pesanan masakan untuk berbagai acara, sedangkan suami sebagai tukang bangunan yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Menceritakan awal sakit yang dialami putra bungsunya, Biani tidak menduga sampai sakit Talasemia, ia mengira hanya sakit muntaber biasa.

“Awalnya Hadid ini sakit muntaber, sudah tiga hari di rumah, tapi belum sembuh, badannya lemas, lalu kami bawa ke rumah sakit, dirawat di sana selama enam hari, tapi masih belum sembuh juga,” kata Biani.

Untuk memastikan penyakitnya, Hadid menjalani pemeriksaan darah dan disarankan melakukan transfusi darah.

“Jadi kata dokter, diminta cek darah lagi, hasil cek darahnya ternyata kekurangan Hemoglobin (Hb),” tambah Biani.

Dengan kebutuhan darah yang kebetulan golongan darah AB, Biani bersyukur masih ada keluarga yang cocok golongan darahnya dan secara sukarela mau mendonorkan darahnya.

“Setelah transfusi sebanyak satu kantong, keadaannya langsung membaik, yang tadinya muntaber langsung sembuh juga, itu awal cerita kejadian sakit anak kami, dikira akan cukup sampai di situ saja, ternyata masih berlanjut,” kata dia.

Hadid mengalami sakitnya yang berulang, keadaannya sama seperti bulan sebelumnya, sehingga mengharuskannya kembali membawa putra bungsunya tersebut ke rumah sakit.

“Setelah menjalani berbagai pemeriksaan dan pengobatan yang sama, hasilnya benar sakit Talasemia, memang harus (transfusi darah) sebulan sekali,” tambah Biani.

Dari pengalaman tersebut, Biani mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Barito Utara dan BPJS Kesehatan, karena adanya Program JKN sangat membantu pengobatan anaknya.

“Setiap bulan menjalani transfusi, apabila sakit dirawat bisa enam sampai sembilan hari, sampai kembali pulih sudah dijamin oleh BPJS dan tidak ada biaya sama sekali keluar. Oleh karena itu, kami sekeluarga mengucapkan banyak-banyak terima kasih dengan Pemkab Barito Utara, Bapak Bupati dan jajaran,” ujar dia.

Kabupaten Barito saat ini sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dan Biani berharap agar jaminan kesehatan masyarakat dapat terus terjamin dengan adanya keberlanjutan UHC.

“Atas adanya Program JKN yang sudah UHC di Kabupaten Barito Utara ini, kami sekeluarga merasa sangat terbantu, ke depannya saya berharap, (UHC) dapat terus berlanjut sampai kapanpun," ucap Biani.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia