Yogyakarta - Skuad PSIM Yogyakarta berhasil menahan imbang Persita Tangerang dengan skor 1-1 dalam laga perdana di Super League 2026/2027 yang digelar di kandang Laskar Mataram, Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (5/9).
Pertandingan berlangsung cukup seru sejak babak pertama dimulai. Pada menit ke-15, PSIM Yogyakarta mendapatkan kesempatan tendangan bebas strategis di dekat area kotak penalti penjaga gawang Persita Tangerang. Namun, kesempatan tersebut belum berhasil diselesaikan dengan baik oleh Ze Valente sebagai eksekutor tendangan bebas.
Tensi pertandingan kembali memanas pada menit ke-45. Umpan Riyatno Abiyoso dari pinggir lapangan dieksekusi dengan indah oleh Savio Sheva, tetapi berhasil ditepis oleh penjaga gawang Persita Tangerang sehingga bola terlempar liar. Para pemain yang berada di tengah gawang pun berebut bola.
Dua kali tendangan rebound yang mengarah ke gawang berhasil diselamatkan lini belakang Persita Tangerang hingga penjaga gawang dapat mengamankan bola kembali. Tidak ada gol yang tercipta pada babak pertama pertandingan sore itu.
Memasuki babak kedua, Persita mulai bermain agresif. Pada menit ke-50, pemain Persita Tangerang, Liquinhas, berhasil membobol gawang PSIM Yogyakarta sehingga skor menjadi 1-0 untuk Persita.
Selang beberapa menit, skuad Laskar Mataram akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui kaki Adrian Purzycki pada menit ke-84 yang memanfaatkan bola rebound. PSIM Yogyakarta pun mampu menahan Persita Tangerang dengan skor 1-1 hingga pertandingan selesai.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul Van Gastel mengakui permainan timnya pada pertandingan tersebut belum maksimal, terutama dalam hal akurasi umpan.
“Hal yang paling utama, tadi kami banyak passing yang kurang presisi. Operan kami juga banyak yang kurang,” kata Van Gastel seusai pertandingan.
Van Gastel kemudian memasukkan tiga pemain, yakni Muhammad Alwi Fadilah, Raka Cahyana, dan Nermin Haljetadi di tengah pertandingan, dengan tujuan memberikan tenaga baru sekaligus membongkar pertahanan Persita. Pergantian tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan gol PSIM pada enam menit terakhir sebelum waktu normal berakhir.
“Kami senang karena hari ini adalah hari jadi PSIM ke-97. Kami mohon maaf belum bisa memberikan kemenangan untuk fans,” kata dia.
Sementara itu, pelatih Persita Tangerang Carlos Pena mengaku kecewa karena timnya harus kehilangan keunggulan pada penghujung laga dan batal membawa pulang tiga poin.
“Kami tidak senang dengan kondisi ini karena kami hampir menang, tetapi malah imbang,” katanya.
Ia mengakui pada 20 menit terakhir, PSIM Yogyakarta bermain menekan ke depan sehingga peluang terbuka pun didapatkan.
"20 menit terakhir PSIM push ke depan. Kami sedikit kesulitan mengontrol itu," ujarnya.
Ia menyebut laga pertama musim ini dapat dijadikan pembelajaran bagi para pemain dan berharap pada laga selanjutnya timnya dapat bermain maksimal.
"Kita berharap laga ke depan bisa lebih baik," katanya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.