Jakarta - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI mengucurkan pembiayaan senilai maksimal Rp192 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan wilayah tersebut.
"Melalui pembiayaan ini, kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi memberikan manfaat, yang dapat dirasakan masyarakat dan memperkuat potensi ekonomi Sulawesi Barat," kata Direktur Utama SMI Reynaldi Hermansjah, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.
Pembiayaan tersebut mencakup peningkatan dan preservasi jalan, pembangunan jembatan, penataan kawasan strategis, serta rehabilitasi bendung dan peningkatan jaringan daerah irigasi.
Reynaldi menyebut pembangunan infrastruktur itu menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik.
Perusahaan mencatat 50,23 persen kondisi jaringan jalan Provinsi Sulawesi Barat masih memerlukan penanganan.
"Kondisi tersebut turut memengaruhi biaya operasional kendaraan, waktu tempuh, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, penguatan infrastruktur irigasi dilakukan melalui rehabilitasi bendung dan peningkatan jaringan daerah irigasi (DI) di Papalang Sampaga, Bantalaka, Lakejo, dan Tobadak.
Rehabilitasi itu diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan air bagi sektor pertanian, sehingga bisa mendukung peningkatan produktivitas lahan dan indeks pertanaman, memperluas luas tanam efektif, serta mengurangi risiko gagal panen.
"Hal ini menjadi semakin strategis mengingat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 47,41 persen terhadap perekonomian Sulawesi Barat," katanya menambahkan.
Reynaldi menyatakan kerja sama ini memperkuat peran SMI dalam memperluas ruang fiskal pemerintah daerah melalui alternatif pembiayaan di luar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
"Dukungan pembiayaan daerah dari PT SMI memungkinkan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan tanpa mengurangi ruang anggaran untuk menjaga keberlanjutan kebutuhan dan layanan publik lainnya," tutur dia.
Hingga Juni 2026, SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp37,41 triliun, dengan outstanding mencapai Rp13,67 triliun.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.