Jombang - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih K.H. Miftachul Akhyar menyetujui lima calon Ketua Umum PBNU yang telah memenuhi persyaratan dalam proses pemilihan pada Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.
Persetujuan tersebut menandai berakhirnya tahapan penjaringan calon Ketua Umum PBNU dan pemilihan selanjutnya memasuki tahap musyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU periode mendatang.
"Alhamdulillah, Rais Aam terpilih, sesuai dengan tata tertib pemilihan. Setelah kami menghadap Rais Aam terpilih, kelima calon yang kita usulkan itu disetujui oleh Rais Aam secara lisan maupun secara tertulis," ujar pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU Prof. Dr. H. Ganefri saat sidang di Gedung Serba Guna, Tambakberas, Jombang, Senin.
Ia mengatakan, dari hasil tersebut selanjutnya, K.H. Miftachul Akhyar bersama delapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar Ke-35 NU bermusyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU yang baru.
Musyawarah tersebut dilaksanakan di ndalem kasepuhan Kiai Abdul Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin pagi.
"Selanjutnya beliau-beliau itu (Rais Aam terpilih dan delapan AHWA) akan bermusyawarah untuk menentukan ketum kita yang baru. Mari kita berdoa agar lebih cepat keluar nama ketum yang baru," kata dia.
Lima calon yang telah memenuhi persyaratan tersebut ditetapkan berdasarkan perolehan suara dalam proses sebelumnya. K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memperoleh 472 suara.
Kemudian K.H. Zulfa Mustofa memperoleh 262 suara, K.H. Abdussalam Sochib 261 suara, K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya 258 suara, dan K.H. Abdul Ghaffar Rozin 155 suara.
Dalam kesempatan itu, pimpinan sidang juga mengkonfirmasi terkait dengan persyaratan, di antaranya melampirkan persyaratan kesediaan, tidak sedang menduduki jabatan politik, tidak sebagai pengurus partai politik atau organisasi yang berafiliasi dalam partai politik dalam satu tahun terakhir.
Kemudian tidak pernah dikenakan tindakan organisatoris atas kepengurusan yang dipimpinnya serta mendapatkan persetujuan Rais Aam.
Dari hasil dialog, seluruh calon mempunyai berkas tapi ada beberapa yang kurang. Selanjutnya, nama-nama itu diserahkan ke AHWA untuk mendapatkan persetujuan.
Sementara itu, Gus Kikin mengaku berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia mengaku siapa maju dan siap melengkapi berkas yang masih kurang.
K.H. Zulfa Mustofa mengaku tidak menyangka dengan perolehan suara yang diterimanya.
"Saya tidak menyangka dengan perolehan saya. Pastinya saya tahu saya dalam hal ini berkompetisi untuk meraih simpati para muktamirin dengan apa ya? Dengan modal yang sangat sangat seadanya gitu ya," kata dia.
Ia menambahkan selama lima tahun memang mencoba sering berkomunikasi dengan jajaran PW, PC serta PCINU.Ia juga sudah punya rencana untuk HUT-35 tersebut. Selain melanjutkan program kepengurusan yang lalu, juga mencetak visi misinya dalam sebuah buku.
"Tentu apa-apa yang saya sampaikan, janji-janji saya dalam visi misi saya, saya sudah mencetak satu buku Panca Khidmat itu, itu akan saya lakukan. Ya, prinsip umumnya saya akan melanjutkan seluruh program yang sudah dilakukan oleh kepemimpinan terdahulu supaya ada kesinambungan. Karena ya, dan terus akan menambah dengan program-program yang lebih baik," kata dia.
Muktamar Ke-35 NU berlangsung 27-31 Agustus 2026. Acara dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto dan saat penutup juga akan dihadiri oleh Presiden Prabowo.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.