Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

RI bangun ekosistem kesehatan digital bantu lansia menua produktif

NadiKabar Biro
RI bangun ekosistem kesehatan digital bantu lansia menua produktif
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait RI bangun ekosistem kesehatan digital bantu lansia menua produktif.

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pihaknya dan sejumlah pihak swasta mengembangkan ekosistem kesehatan digital terpadu sebagai respons peningkatan proporsi penduduk lanjut usia (lansia) agar mereka menua dengan sehat dan produktif dalam menyambut tahun 2045.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi di Jakarta, Senin, mengatakan Indonesia sedang memasuki era demografi baru, dimana proporsi penduduk lansia meningkat dari 7,6 persen pada 2010 menjadi 11,9 persen pada 2025 dan diperkirakan mencapai 20 persen pada 2045.

"Artinya, lebih dari 34 juta orang di 16 provinsi telah memasuki tahap populasi menua, sebuah transformasi yang akan membentuk ulang sistem kesehatan, keluarga, dan masyarakat kita," kata Imran.

Risiko kesehatan pada lansia masih cukup besar, mulai dari aktivitas fisik yang kurang, obesitas sentral, diabetes, dan masalah gigi merupakan kondisi yang umum. Sementara itu, katanya, 95 persen lansia tetap mandiri namun sekitar lima persen berada dalam kondisi ketergantungan dengan tingkat yang berbeda.

Di sisi lain, katanya, penetrasi internet terus meningkat di seluruh negeri, tetapi lansia masih menjadi kelompok usia yang paling sedikit terhubung.

Generasi muda sudah sangat digital, sementara Baby Boomers dan Pre-Boomers tertinggal, membatasi akses mereka terhadap tele-health, edukasi kesehatan daring, dan solusi pemantauan digital yang justru dapat mengubah layanan penuaan.

Kemenkes mengembangkan SatuSehat, katanya, sebuah ekosistem kesehatan digital terpadu yang menghubungkan tenaga kesehatan, warga, dan fasilitas, sebagai upaya digitalisasi 60 ribu fasilitas kesehatan, standarisasi data kesehatan, dan integrasi big data untuk menghasilkan wawasan real-time.

"Ekosistem ini memberdayakan pengasuh, meningkatkan layanan berbasis rumah dan komunitas, serta mendukung riset dan kebijakan nasional terkait demensia," katanya.

Sejalan dengan inisiatif SatuSehat, kata Imran, sektor swasta juga menghadirkan inovasi yang memperkaya layanan kesehatan lansia di Indonesia. Dia mencontohkan Aurelif menggunakan wawasan berbasis data untuk memprediksi risiko dan mencegah keadaan darurat seperti deteksi jatuh melalui ponsel.

Kemudian ALZICare, yang dikembangkan oleh Alzheimer’s Indonesia, menyediakan satu platform inklusif bagi keluarga, pengasuh, dan tenaga kesehatan, mendukung perawatan demensia dengan data real-time yang berkontribusi pada riset dan kebijakan nasional untuk penuaan berkelanjutan.

Sementara itu Radio Lansia menghubungkan para senior melalui musik nostalgia, temu wicara kesehatan interaktif, program literasi keuangan, dan panggilan langsung, membangun ekosistem kemitraan yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan keluarga.

Bersama-sama, ketiga platform ini melengkapi SatuSehat dengan menunjukkan bagaimana alat digital dapat memberdayakan pengasuh, meningkatkan perawatan demensia, dan menjaga lansia tetap terhubung, sehat, dan aktif.

Untuk mencapai transformasi tersebut, katanya, butuh kolaborasi dari semua pihak, mulai dari startup dan inovator, universitas, mitra pembangunan, dan komunitas.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia