Jakarta - Chery Indonesia mulai melakukan riset konsumen untuk pengembangan Tiggo V sejak Februari 2024, jauh sebelum kendaraan tersebut diperkenalkan pada ajang GIIAS 2026.
Riset dilakukan dengan melihat kebutuhan kendaraan keluarga sekaligus kendaraan utilitas di pasar Indonesia. Data Gaikindo April 2026 menunjukkan distribusi kendaraan keluarga masih memiliki permintaan yang kuat. Pada periode yang sama, kendaraan pikap juga mencatat penjualan yang cukup tinggi.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat 1,09 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-November 2025, meningkat 18,95 persen secara tahunan. Meski perjalanan tersebut tidak seluruhnya menggunakan kendaraan pribadi, angka itu mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di dalam negeri.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan kendaraan keluarga yang tidak hanya mengutamakan kapasitas penumpang, tetapi juga ruang barang, kenyamanan perjalanan jarak jauh, dan kemampuan menghadapi beragam kondisi jalan.
Chery menyebut riset Tiggo V mencakup kondisi jalan, pola mobilitas, kebutuhan keluarga, iklim tropis, perjalanan antarkota, hingga kebiasaan membawa perlengkapan kerja dan hobi.
“Chery ingin memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan yang tangguh seperti SUV sekaligus praktis seperti MPV. Tiggo V ini dapat mengkombinasikannya,” kata Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, melalui keterangan resmi, Jumat.
Hasil riset tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konsep 3-in-1 yang menggabungkan fungsi SUV, MPV tujuh penumpang, dan kendaraan utilitas dengan desain bagian belakang bergaya double cab.
Konfigurasi kabin dapat disesuaikan untuk dua, empat, lima, hingga tujuh penumpang, termasuk pengaturan ruang untuk membawa barang.
Sejumlah fitur juga dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan tersebut. Tiggo V memiliki ground clearance 220 milimeter untuk menghadapi jalan tidak rata dan genangan, serta kabin tiga baris dengan ventilasi hingga baris ketiga.
Ruang belakang dapat dikonfigurasi menjadi area angkut, sementara split tailgate diklaim mampu menopang beban hingga 250 kilogram. Kendaraan ini juga dilengkapi Vehicle-to-Load (V2L) berdaya 2,2 kW yang dapat digunakan untuk menyuplai listrik ke perangkat tertentu saat beraktivitas di luar rumah.
Dengan konfigurasi tersebut, kendaraan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas keluarga sehari-hari, perjalanan luar kota, hingga membawa perlengkapan kerja maupun aktivitas luar ruang.
Pengembangan Tiggo V menunjukkan bagaimana riset mengenai pola mobilitas dan kebutuhan konsumen diterjemahkan ke dalam satu kendaraan dengan sejumlah fungsi.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.