JAKARTA — Bank Indonesia (BI) meyakini ekonomi nasional masih mampu tumbuh tinggi pada 2027.
Rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Bappenas, Ketua Dewan Komisioner OJK, Pejabat Gubernur Terpilih Bank Indonesia dalam agenda asumsi dasar dalam RUU APBN TA 2027 di Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Bank Indonesia (BI) meyakini ekonomi nasional masih mampu tumbuh tinggi pada 2027. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Nilai tukar rupiah tetap stabil di tengah gejolak perekonomian global.(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Destry Damayanti, Pejabat Sementara Gubernur BI mengungkapkan pertumbuhan ekonomi 2027 diperkirakan mencapai 5,2-6%. Inflasi 1,5-3,5% dan kurs Rp17.300-17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Destry melihat prospek ekonomi global lebih baik di 2027 tumbuh sebesar 3,3% dan diperkirakan meredahnya risiko geopolitik dan membaikkan persepsi risiko investasi yang dapat mendorong kembali aliran masuk modal ke negara berkembang serta mengurangi tekanan penguatan dalam dolar AS. Kemudian fundamental ekonomi Indonesia semakin kuat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi tantangan besar bagi Bank Indonesia (BI) pada 2027. Ketidakpastian global yang masih tinggi diperkirakan membawa kurs bergerak pada rentang Rp17.300-17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
BI juga akan melakukan intervensi valas, kebijakan suku bunga dan lindung nilai, pendalaman pasar uang dan valas, serta pengelolaan likuiditas dan cadangan devisa.Destry menambahkan, penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, meningkatkan daya tarik investasi, portfolio asing, dan memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.