Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI M. Iqbal mengatakan kesehatan pegawai merupakan investasi institusi sehingga tidak dapat dipisahkan dari kekuatan dan produktivitas organisasi.
Oleh karena itu, Sekretariat Jenderal DPD mendorong pendekatan preventif dengan meningkatkan kesadaran pegawai terhadap faktor risiko kesehatan, termasuk perlemakan hati (fatty liver) yang berkaitan dengan obesitas.
"Saya melihat kesehatan pegawai sebagai bagian dari investasi institusi. Karena itu, saya menitipkan agar setiap unit kerja melakukan pendataan," kata Iqbal di Gedung DPD, Jakarta, Rabu.
Pendekatan preventif dinilai sebagai langkah penting agar pegawai memiliki kesadaran lebih baik terhadap kondisi tubuhnya dan terdorong melakukan perubahan gaya hidup sebelum persoalan kesehatan muncul.
Menurut dia, pembangunan budaya hidup sehat merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Lingkungan kerja yang sehat akan berdampak positif terhadap produktivitas dan kualitas kerja lembaga.
"Kita ingin pegawai Setjen DPD tidak hanya sehat saat bekerja, tetapi memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup. SDM yang sehat adalah kekuatan institusi, dan karena itu upaya seperti ini harus terus kita dorong," ucapnya.
Sehubungan dengan itu, DPD menggelar gelar wicara bertema "Menjaga Kesehatan Liver demi Hidup Lebih Sehat".
Edukasi kesehatan tersebut menjadi bagian dari peningkatan layanan kesehatan di lingkungan DPD, seiring pembenahan Klinik Pratama DPD RI untuk memenuhi standar akreditasi melalui peningkatan sarana, prasarana, dan kualitas pelayanan.
Narasumber gelar wicara, dokter spesialis penyakit dalam Gerry Permadi menjelaskan bahwa fatty liver berkaitan dengan penumpukan lemak pada lever dan berhubungan erat dengan obesitas serta gangguan metabolik.
Iqbal mengatakan penyakit tersebut sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga penting dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan.
"Fatty liver tidak hanya berkaitan dengan apa yang kita makan, tetapi juga dengan seberapa aktif kita bergerak. Menjaga berat badan, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga kadar kolesterol, dan menghindari alkohol merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan lever," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Klinik Pratama DPD Emirianti mengatakan edukasi kesehatan menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyakit metabolik di lingkungan Setjen DPD.
Menurut dia, persoalan kesehatan metabolik seringkali luput dari perhatian karena minimnya gejala pada tahap awal.
"Deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi, seperti USG dan Fibroscan, serta pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi pasien," ujar Emirianti.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.