Jakarta - Rasa mengantuk pada siang hari dapat muncul ketika tubuh kurang tidur atau kualitas istirahat pada malam hari terganggu. Mengatur jadwal tidur, membatasi kafein, dan rutin beraktivitas fisik dapat membantu menjaga tubuh tetap bugar.
Orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. Tidur yang kurang atau sering terputus dapat membuat tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup sehingga rasa kantuk lebih mudah muncul pada siang hari.
Jika sering mengantuk saat bekerja, belajar, atau menjalani aktivitas sehari-hari, beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat dicoba.
1. Tidur dan bangun pada waktu yang sama
Usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang konsisten setiap hari, termasuk pada akhir pekan. Pola tersebut membantu tubuh mempertahankan ritme tidur-bangun yang lebih teratur.
Jangan hanya mengejar waktu tidur pada akhir pekan setelah beberapa hari kurang tidur. Kebiasaan tidur yang teratur lebih baik untuk menjaga kualitas istirahat dalam jangka panjang.
2. Pastikan waktu tidur cukup
Rasa kantuk pada siang hari bisa menjadi tanda bahwa waktu tidur pada malam sebelumnya belum mencukupi. Orang dewasa dianjurkan mendapatkan sedikitnya tujuh jam tidur dalam periode 24 jam.
Selain durasi, kualitas tidur juga penting. Tidur yang sering terbangun atau tidak terasa menyegarkan dapat membuat tubuh tetap lelah meskipun sudah berada di tempat tidur cukup lama.
3. Batasi kafein pada sore dan malam hari
Kopi, teh, minuman energi, dan produk berkafein lainnya dapat membuat seseorang lebih sulit tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.
Jika sering mengantuk pada siang hari karena tidur malam terganggu, coba batasi konsumsi kafein terutama pada sore hingga malam hari.
4. Kurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur
Ponsel, tablet, komputer, dan televisi sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan menjelang waktu tidur. Cahaya dan aktivitas dari perangkat tersebut dapat membuat tubuh lebih sulit bersiap untuk beristirahat.
Cobalah mematikan perangkat elektronik setidaknya 30 menit sebelum tidur dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih santai.
5. Rutin melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan sekaligus mendukung kualitas tidur. Olahraga tidak harus selalu berat karena berjalan kaki, bersepeda, atau aktivitas fisik ringan hingga sedang juga dapat menjadi pilihan.
Namun, hindari olahraga yang terlalu dekat dengan waktu tidur jika aktivitas tersebut justru membuat tubuh semakin sulit beristirahat.
6. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman
Kamar tidur yang tenang, gelap, dan memiliki suhu yang nyaman dapat membantu tubuh mendapatkan istirahat yang lebih berkualitas.
Selain itu, hindari makan dalam jumlah besar dan konsumsi alkohol menjelang tidur karena keduanya dapat mengganggu kualitas istirahat.
Rasa mengantuk pada siang hari tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan gangguan tidur tertentu. Sleep apnea, misalnya, dapat menyebabkan tidur terfragmentasi dan menjadi salah satu penyebab rasa kantuk berlebihan pada siang hari.
Karena itu, apabila rasa mengantuk terjadi terus-menerus meski sudah tidur cukup, mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, atau disertai dengkuran keras, napas terhenti saat tidur, maupun terbangun sambil terengah-engah, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.