JAKARTA — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melakukan penanaman tebu perdana dalam Program Perluasan Areal Tebu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat basis bahan baku dan produksi gula nasional khususnya di wilayah Indonesia Timur.
“Potensi di wilayah Indonesia Timur sangat besar untuk pengembangan tebu. Melalui perluasan areal ini, kami ingin membangun ekosistem pergulaan yang semakin kuat, mulai dari lahan, petani, hingga pengolahan di pabrik gula,” kata Direktur Utama PT SGN Mahmudi dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.
Mahmudi mengatakan pengembangan kawasan tebu di Indonesia Timur didukung sejumlah faktor antara lain ketersediaan lahan, dukungan pemerintah daerah, serta keberadaan pabrik gula yang dapat menopang pengolahan hasil produksi petani.
Menurut dia, perluasan areal pertanaman tidak hanya diarahkan untuk menambah luas lahan tebu tetapi juga meningkatkan produktivitas melalui pendampingan kepada petani dan penerapan budi daya yang lebih baik.
“Yang kita bangun bukan hanya perluasan lahan, tetapi juga peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar program ini memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Bone dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan pertumbuhan tebu di Indonesia Timur dengan pengembangan yang ditopang keberadaan dua pabrik gula milik SGN sehingga dapat menjadi bagian dari ekosistem produksi serta pengolahan gula.
Program perluasan areal tebu di Bone menjadi bagian dari upaya SGN memperkuat ketersediaan bahan baku industri gula di luar wilayah sentra produksi yang selama ini berkembang di Pulau Jawa.
Penguatan basis produksi di Indonesia Timur diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas tebu sekaligus memperluas keterlibatan petani dalam rantai pasok industri gula nasional.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi menuju swasembada gula nasional melalui penambahan areal tanam, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemitraan antara petani, pemerintah daerah, dan industri pengolahan gula.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman pun menyambut baik perluasan areal tebu tersebut karena dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.
“Bone memiliki potensi yang besar untuk pengembangan tebu, terlebih di sini terdapat dua pabrik gula milik PT SGN. Ini menjadi peluang untuk mengembangkan kawasan tebu sekaligus membuka lapangan ekonomi bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Andi.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bone siap memperkuat koordinasi dengan SGN terutama dalam mendukung pengembangan areal pertanaman dan kemitraan dengan petani.
“Kami berharap perluasan areal ini dapat berjalan berkelanjutan. Pemerintah daerah siap bersinergi agar potensi tebu di Bone dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai informasi, realisasi giling tebu pada semester I-2026 secara nasional mencapai 3.129.398 ton yakni meningkat sekitar 20 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebanyak 2.601.130,55 ton.
Untuk produksi gula pada semester I-2026 mencapai 178.763 ton atau meningkat sekitar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 141.568,91 ton.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.