Jakarta - Shopee berkolaborasi dengan Anteraja memberikan pelatihan bisnis digital kepada puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Anteraja untuk mempersiapkan bisnis menghadapi kampanye belanja jelang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).
“Momen kampanye besar jelang Harbolnas mulai dari 9.9 hingga 12.12 kerap menjadi momen belanja akhir tahun yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pengguna untuk checkout produk incaran mereka dengan promo besar-besaran. Perilaku konsumen ini tentunya juga berpotensi meningkatkan penjualan para pelaku UMKM,” kata Director of Business Partnership Shopee Indonesia Daniel Minardi dalam keterangan yang diterima pada Kamis.
Daniel mengatakan pelatihan tersebut digelar untuk membantu pelaku UMKM mempersiapkan strategi dan operasional toko dalam menghadapi periode kampanye besar.
Pelatihan yang berlangsung di Kampus UMKM Shopee Jakarta itu membekali peserta dengan materi mengenai strategi promosi, periklanan, serta optimalisasi operasional toko untuk menghadapi potensi lonjakan pesanan.
Puluhan UMKM yang mengikuti pelatihan tersebut tergabung dalam komunitas Jagoan Lokal Anteraja. Materi disampaikan oleh instruktur Kampus UMKM Shopee yang telah bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selain strategi meningkatkan potensi penjualan selama kampanye, peserta juga mendapat materi mengenai pengelolaan operasional toko serta pemanfaatan iklan untuk meningkatkan visibilitas produk.
VP Sales, Growth & Customer Experience Anteraja Sebastianus Waryanto mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pelaku UMKM menghadapi periode kampanye besar.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para penjual yang tergabung dalam Komunitas Jagoan Lokal Anteraja dapat memperoleh pengetahuan baru agar lebih siap dalam menghadapi potensi lonjakan pesanan jelang kampanye besar,” ungkap Sebastianus.
Salah satu peserta, Derry dari brand suplemen organik lokal Beorganik, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai strategi beriklan dan pemanfaatan data untuk mengembangkan toko.
“Ada beberapa insight yang kami dapatkan di pelatihan ini yang kebetulan belum pernah kami terapkan sebelumnya. Mulai dari cara beriklan hingga cara mengatur budget beriklan yang optimal. Lebih lanjut saya juga belajar banyak soal dashboard Shopee serta bagaimana menggunakan data tersebut sebagai acuan strategi beriklan Beorganik,” ucap Derry.
Peserta lainnya, Nevana dari Pure and Health, mengatakan sesi konsultasi dengan pelatih Kampus UMKM Shopee membantunya memahami penggunaan fitur iklan secara lebih strategis.
“Pelatihan berhasil menjawab kebingungan saya soal cara menggunakan fitur Ads dengan lebih strategis. Salah satunya soal meningkatkan impresi produk sehingga makin banyak pembeli yang melihat dan juga aware terkait produk kami,” ujar Nevana.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Kampus UMKM Shopee Kelas Online yang memungkinkan UMKM di 514 kabupaten dan kota di Indonesia mengikuti pelatihan secara daring sesuai kebutuhan.
Sejak 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pelatihan keterampilan bisnis kepada jutaan UMKM melalui lebih dari 350 ribu jam pelatihan dan hampir 400 modul.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.