Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Siaga Jadi Medan Perang Lawan AS, Negara NATO Kirim Pasukan ke Sini

NadiKabar Biro
Siaga Jadi Medan Perang Lawan AS, Negara NATO Kirim Pasukan ke Sini
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Siaga Jadi Medan Perang Lawan AS, Negara NATO Kirim Pasukan ke Sini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Denmark untuk pertama kalinya dalam sejarah terkini mengerahkan personel wajib militer ke Greenland, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Arktik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kopenhagen memperkuat kehadiran militernya setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan keinginan untuk mengakuisisi wilayah semi-otonom tersebut.

Para personel merupakan bagian dari kelompok pertama program wajib militer Denmark yang diperluas. Program tersebut dirancang untuk membentuk tentara yang mampu beroperasi di Greenland, wilayah strategis dengan kondisi geografis dan iklim yang sangat menantang.

"Ini menunjukkan kehadiran kami di sini, bahwa kami tidak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, tetapi juga memikirkan masyarakat di Greenland," ujar David, personel wajib militer berusia 19 tahun, kepada Reuters, dikutip Rabu (2/9/2026).

Trump sebelumnya berulang kali menyebut penguasaan Greenland sebagai kepentingan keamanan nasional AS sekaligus menuding Denmark tidak cukup serius menjaga pertahanan Arktik. Namun, baik pemerintah Denmark maupun Greenland telah dengan tegas menolak gagasan tersebut.

Kopenhagen kini menjanjikan dana miliaran dolar untuk memperkuat pertahanan di Arktik, setelah Menteri Pertahanan Denmark mengakui bahwa kawasan tersebut terlalu lama mengalami kekurangan investasi militer.

"Tentu saja, kami merupakan bagian dari gambaran yang lebih luas terkait komunikasi strategis mengenai Greenland," kata Komandan Kompi Kapten Laura Jepsen. "Namun, peran kami di sini hanyalah melanjutkan pelatihan bagi para personel wajib militer dan tentara, serta memperoleh lebih banyak pengalaman melalui latihan di medan dan iklim Arktik."

Para personel mengikuti latihan Arctic Endurance, yang mempersiapkan tentara menghadapi pertempuran sekaligus bertahan hidup dalam suhu ekstrem. Latihan tersebut merupakan bagian dari Arctic Sentry, misi NATO yang diluncurkan tahun ini untuk meningkatkan kehadiran aliansi di Arktik di tengah ketegangan internal NATO akibat pernyataan Trump soal Greenland.

Saat berlatih di utara Lingkar Arktik, para personel Denmark harus bergerak melewati hamparan batuan gundul dan kawasan terbuka tanpa pepohonan.

"Menurut saya, hal ini mengirimkan pesan bahwa Denmark sedang memperkuat diri untuk masa depan," kata Anton, personel wajib militer berusia 22 tahun.

Aktivitas militer di Arktik juga melibatkan Rusia dan China. Rusia, yang memiliki kehadiran militer terbesar di kawasan tersebut, mengecam peningkatan aktivitas NATO sebagai ancaman keamanan langsung yang meningkatkan risiko konfrontasi, sementara China memperluas aktivitasnya di kawasan kaya mineral itu, terutama melalui kemitraan dengan Moskow.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia