Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa solusi digital dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan daerah kini sudah bisa dibangun oleh talenta-talenta lokal.
Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM) di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, menunjukkan bahwa solusi digital untuk layanan pemerintahan dapat dibangun oleh talenta lokal yang memahami kebutuhan masyarakat di daerahnya.
Saat mengunjungi Gampong Mulia di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Kamis (3/9), Nezar mengatakan bahwa kehadiran platform digital SIPGAM memperlihatkan kemampuan talenta digital daerah dalam menghadirkan solusi layanan pemerintahan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
"SIPGAM ini dibuat oleh talenta digital lokal Gampong Mulia sendiri," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat.
"Itu salah satu contoh bagaimana talenta digital yang ada kalau kita didik dan kita kembangkan, dia bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam memberikan solusi-solusi digital untuk daerahnya masing-masing," katanya.
SIPGAM menghimpun berbagai jenis informasi warga Gampong Mulia dalam satu sistem informasi terpadu untuk mendukung penyelenggaraan layanan pemerintahan, termasuk layanan administrasi kependudukan, manajemen persuratan digital dengan fitur tanda tangan elektronik bersertifikat, dan penanganan laporan kedaruratan dari warga.
Warga gampong bisa mengakses SIPGAM melalui situs web maupun aplikasi ponsel pintar untuk memanfaatkan fitur-fiturnya.
"Ada banyak fitur di sana, dan yang paling penting adalah fitur layanan pemerintahan, misalnya untuk surat-menyurat dan pendataan, kita bisa lihat kondisi kesehatan warga, penyakit apa yang paling banyak diderita oleh warga, berapa jumlah kepala keluarga yang ada, jumlah bangunan, dan lain-lain. Semua data-data itu dihimpun dalam satu sistem informasi yang terpadu," Nezar menjelaskan.
Guna mendukung peningkatan kapasitas talenta dalam menghadirkan solusi digital, Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Pemerintahan Kota Banda Aceh mendirikan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) untuk melatih talenta-talenta digital di Banda Aceh.
Nezar berharap kehadiran GSIH bisa membantu meningkatkan kemampuan para talenta muda serta membuka akses mereka ke industri teknologi digital.
"Kita tingkatkan kemampuan mereka, kita buka akses mereka kepada jejaring industri-industri teknologi, dan ada pembinaan untuk startup-startup yang sedang bertumbuh, sehingga kita bisa membentuk suatu ekosistem digital yang ada di kota dan kita harapkan ekosistem yang terbentuk ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital juga nantinya," ia menjelaskan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.