Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Studi: Kreatin berpotensi jaga kekuatan otot setelah usia 45

NadiKabar Biro
Studi: Kreatin berpotensi jaga kekuatan otot setelah usia 45
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Studi: Kreatin berpotensi jaga kekuatan otot setelah usia 45.

Jakarta - Menjaga kekuatan otot menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Salah satu studi terbaru menemukan bahwa konsumsi kreatin berpotensi membantu mempertahankan kekuatan otot pada orang berusia 45 hingga 65 tahun, termasuk mereka yang tidak rutin berolahraga.

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition dan dilaporkan laman Health pada Rabu (2/9). Penelitian selama 12 minggu itu melibatkan 64 orang berusia 45 hingga 65 tahun.

Dalam penelitian tersebut, sebagian peserta mengonsumsi 10 gram kreatin monohidrat setiap hari, sedangkan peserta lainnya mendapat plasebo. Sebagian peserta dari kedua kelompok juga mengikuti latihan kekuatan dan kardio sebanyak tiga kali seminggu.

Hasilnya, peserta yang mengonsumsi kreatin sambil berolahraga mengalami peningkatan massa tubuh tanpa lemak dan kekuatan otot yang lebih baik dibandingkan kelompok plasebo. Mereka juga menunjukkan perbaikan pada sejumlah penanda fungsi kognitif serta penurunan persentase lemak tubuh.

Menariknya, peserta yang mengonsumsi kreatin tanpa mengikuti latihan juga menunjukkan sedikit peningkatan pada massa tubuh tanpa lemak, kekuatan otot, dan fungsi kognitif.

Direktur Exercise & Sport Nutrition Lab di Texas A&M University sekaligus salah satu peneliti Richard Kreider, PhD, FACSM, mengatakan manfaat kreatin terlihat lebih besar ketika dikombinasikan dengan olahraga. Meski begitu, hasil penelitian menunjukkan adanya potensi manfaat bagi orang yang belum rutin berolahraga.

Namun, peningkatan massa tubuh tanpa lemak tidak selalu berarti otot bertambah. Kreatin dapat meningkatkan jumlah air yang tersimpan di dalam sel otot sehingga berat dan massa tubuh tanpa lemak ikut meningkat.

Dokter kedokteran olahraga dari Houston Methodist Clear Lake Hospital Haris Vakil, MD, yang tidak terlibat dalam penelitian, menilai hasil tersebut cukup menjanjikan. Meski demikian, ia mengingatkan penelitian tersebut masih melibatkan jumlah peserta yang terbatas dan dilakukan dalam waktu relatif singkat.

Karena itu, diperlukan penelitian dengan jumlah peserta yang lebih besar dan waktu pengamatan yang lebih panjang untuk mengetahui manfaat kreatin dalam jangka panjang.

Kreatin juga bukan pengganti olahraga. Bagi orang yang berolahraga, suplemen ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung latihan, sementara manfaatnya bagi orang yang tidak aktif secara fisik masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Dalam laporan tersebut menyebut dosis kreatin yang umum dikonsumsi orang dewasa berkisar 3 hingga 5 gram per hari. Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda bergantung pada kondisi tubuh, pola makan, tujuan, dan aktivitas fisik.

Orang yang memiliki penyakit ginjal atau hati, sedang hamil atau menyusui, atau mengonsumsi obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi kreatin.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia