Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Studi terbaru ungkap usia di atas 40 tahun kini jadi generasi emas

NadiKabar Biro
Studi terbaru ungkap usia di atas 40 tahun kini jadi generasi emas
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Studi terbaru ungkap usia di atas 40 tahun kini jadi generasi emas.

Jakarta - Studi terbaru Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN) menyebut masyarakat berusia di atas 40 tahun saat ini dinilai sebagai generasi emas (prime generation) yang punya potensi besar dari segi konsumen.

Group CEO Hakuhodo International Indonesia Devi Attamimi mengatakan segmen konsumen berusia 40 tahun ke atas kini mulai muncul sebagai salah satu peluang pasar terbesar. Pasalnya, segmen ini tidak lagi dapat dilihat hanya dari faktor usia, tetapi juga dari semakin kuatnya kejelasan dalam menjalani hidup, kepercayaan diri, dan pengaruh yang mereka miliki.

“Inilah saatnya bagi para pemasar untuk melihat potensi besar dari segmen konsumen yang selama ini masih kurang mendapat perhatian, serta memanfaatkan potensinya untuk mendorong gelombang pertumbuhan baru,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia di atas 40 tahun mencakup 38,2 persen dari total populasi Indonesia. Selama ini, memasuki usia 40 tahun sering dikaitkan dengan krisis paruh baya (midlife crisis) dan dianggap sebagai fase yang mulai kehilangan relevansi, termasuk dari perspektif pemasaran.

Padahal, data BPS menunjukkan kelompok usia 55-59 tahun memiliki rata-rata pendapatan tertinggi. Mereka juga semakin terhubung dengan teknologi. Data APJII mencatat penetrasi internet mencapai 79,48 persen pada Generasi X dan 59,40 persen pada generasi yang lebih tua.

Kondisi ini memperlihatkan kelompok usia 40+ sebagai segmen yang memiliki kemampuan finansial sekaligus keterlibatan digital yang semakin kuat, namun potensinya masih belum banyak mendapat perhatian dari pemasar.

Senior Director of Strategy & Head of Sei-katsu-sha Lab Hakuhodo International Indonesia Rian Prabana mengatakan alih-alih memasuki fase penurunan, masyarakat di atas 40 tahun justru berada di masa puncak hidupnya. Selama ini, mereka kerap dipandang hanya melalui kacamata usia, padahal mereka masih punya pengaruh dan masih sangat berdaya.

“Dengan kemampuan finansial yang kuat dan keinginan untuk tetap memanjakan diri, mereka mencari pengalaman konsumsi yang dapat membuat hidup terasa lebih berarti. Kini saatnya bagi marketer untuk melihat segmen ini sebagai potensi pertumbuhan baru yang menjanjikan,” tambah Rian.

Dalam studi bertajuk Decoding the Prime Generation, sebutan Prime Generation menggambarkan kelompok usia di atas 40 tahun yang memasuki fase kehidupan dengan pengalaman dan kemampuan yang telah terbangun selama bertahun-tahun, sekaligus tetap memiliki keinginan untuk berkembang dan menjalani berbagai hal yang mereka inginkan.

Mereka semakin memahami apa yang penting bagi dirinya, tetap aktif dalam kehidupan sosial, terbuka mempelajari hal baru, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung berbagai tujuan yang ingin dicapai.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kehidupan setelah usia 40 tahun, HILL ASEAN melakukan riset kuantitatif dan kualitatif melalui 36 kunjungan ke rumah responden di Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Riset juga melibatkan 4.900 responden melalui survei online di enam negara ASEAN tersebut dan Jepang.

Hasilnya, 47,1 persen responden berusia di atas 40 tahun mengatakan ingin kembali mengejar aspirasi yang sebelumnya sempat tertunda. Selain itu, 73 persen responden berusia di atas 40 tahun juga ingin tetap aktif secara fisik maupun mental, didorong oleh keinginan untuk menjalani hidup secara mandiri dan tidak menjadi beban bagi keluarga.

Masyarakat berusia di atas 40 tahun juga memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam lingkungan sosial mereka. Lebih dari separuh responden, yaitu 52,5 persen, tergabung dalam lebih dari 20 komunitas, dibandingkan 39,1 persen pada generasi yang lebih muda.

Di tengah perkembangan teknologi, sebanyak 43,5 persen kelompok usia di atas 40 tahun juga menggunakan media sosial untuk memperoleh pengetahuan dan mempelajari keterampilan baru, lebih tinggi dibandingkan generasi yang lebih muda sebesar 39 persen.

Dari sisi pola pengeluaran, 51,1 persen responden berusia di atas 40 tahun juga mengeluarkan uang untuk diri sendiri sebagai bentuk self-reward, menunjukkan keinginan mereka untuk menggunakan kemampuan finansial yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun untuk memperkaya kehidupan.

Seiring bertambahnya usia, preferensi terhadap kualitas juga semakin meningkat, dari 37,5 persen pada kelompok usia 40–49 tahun, menjadi 41,5 persen pada usia 50–59 tahun, hingga 53,5 persen pada kelompok usia 60–69 tahun.

Di sisi lain, sebanyak 57,0 persen responden berusia di atas 40 tahun menggunakan platform belanja online, lebih tinggi dibandingkan 48 persen pada kelompok usia di bawah 40 tahun, yang menunjukkan bahwa mereka memanfaatkan teknologi untuk membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih praktis dan nyaman.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia