Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Syngenta luncurkan inovasi atasi serangan "thrips" pada cabai

NadiKabar Biro
Syngenta luncurkan inovasi atasi serangan "thrips" pada cabai
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Syngenta luncurkan inovasi atasi serangan "thrips" pada cabai.

Jakarta - PT Syngenta Indonesia meluncurkan inovasi insektisida berbasis teknologi Plinazolin untuk membantu petani mengendalikan serangan thrips pada tanaman cabai.

National Sales Head Syngenta Indonesia Fauzi Tubat mengatakan petani hortikultura menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas.

“Petani hortikultura, termasuk cabai, menghadapi tiga tantangan utama, yaitu kekeringan, harga komoditas yang tidak menentu, serta hama dan penyakit yang memengaruhi produksi," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Untuk mengatasi hama dan penyakit, tambahnya dapat diupayakan melalui penggunaan produk perlindungan tanaman yang tepat. Thrips merupakan hama tanaman pertanian jenis serangga berukuran sangat kecil dengan bentuk langsing.

Menurut dia, cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura penting dengan permintaan pasar yang tinggi dan nilai ekonomi yang signifikan.Namun, produktivitas dan kualitas panen cabai dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), termasuk thrips.

Tantangan tersebut semakin relevan ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangan populasi hama. Fenomena El Niño, misalnya, dapat menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan hama pada tanaman.

"Dukungan teknologi perlindungan tanaman yang tepat, termasuk pengendalian 'thrips', menjadi salah satu faktor penting untuk membantu menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen," katanya.

Pengendalian thrips yang efektif dapat membantu tanaman cabai tumbuh lebih sehat, terutama pada bagian pucuk, daun, bunga, hingga buah.

Dengan tekanan serangan thrips yang lebih terkendali, tanaman dapat memiliki pucuk yang lebih sehat, daun yang lebih minim keriput atau menggulung, serta bunga yang lebih cerah dan tidak mudah rontok.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membantu mengurangi risiko buah cabai bengkok dan menjaga kualitas hasil panen.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya meluncurkan teknologi insektisida Simodis di Kabupaten Jember, Jawa Timur, guna membantu petani mengendalikan thrips dan menjaga produktivitas serta kualitas cabai.

Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu sentra produksi cabai di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai di Kabupaten Jember mencapai 176.234 kuintal sepanjang 2024.

Fauzi menambahkan kegiatan peluncuran tersebut selain untuk memperluas edukasi mengenai pengendalian "thrips" juga memberikan kesempatan kepada lebih banyak petani untuk mengenal dan mencoba teknologi perlindungan tanaman secara langsung.

Petani cabai setempat Arif Saifur Rohman menyatakan penggunaan teknologi tersebut untuk mengendalikan serangan "thrips". Hasilnya, tanaman cabai saya terjaga mulai dari pucuk, daun, hingga bunga.

"Panen meningkat dan kualitas buah lebih baik. Buah yang bengkok juga lebih sedikit, sehingga nilai jualnya menjadi lebih tinggi," katanya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia