Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Taiwan Sampai Jepang Buka Lowongan Kerja, Masih Ada 215.603 Posisi

NadiKabar Biro
Taiwan Sampai Jepang Buka Lowongan Kerja, Masih Ada 215.603 Posisi
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Taiwan Sampai Jepang Buka Lowongan Kerja, Masih Ada 215.603 Posisi.

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena aging population terjadi di banyak negara, mengakibatkan menurunnya populasi penduduk produktif atau 'kiamat populasi'. Hal ini memberikan peluang bagi tenaga kerja asal Indonesia untuk mengisi berbagai pekerjaan di luar negeri.

Aging population terjadi ketika jumlah penduduk usia lanjut bertambah banyak dibandingkan kelompok usia produktif, karena rendahnya angka kelahiran dan naiknya harapan hidup.

Wakil Menteri Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mengatakan Indonesia memiliki sisi bonus demografi yang diperkirakan puncaknya mencapai 207 juta jiwa usia produktif di 2045.

Beda dengan negara lain seperti Korea Selatan, yang total angka kelahirannya (fertility rate) rendah atau hanya 0,8%, dibanding Indonesia yang di atas 2%.

"Fenomena aging population menjadi peluang bagi Indonesia mengiisi potensi peluang kerja di luar negeri yang tidak sanggup disuplai oleh pekerja negara itu sendiri," kata Christina, di kantor BAKOM, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya saat ini pemerintah sudah memiliki data Sistem Informasi dan Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI). Sistem ini memuat segala peluang kerja di luar negeri yang sudah terverifikasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri, yang artinya dimonitor langsung Kementerian P2MI.

"Per hari ini, per 30 Agustus, ada 289.938 lowongan yang terbaik dari berbagai sektor mau itu kesehatan, manufaktur, hospitality, welder, konstruksi, ABK, kelistrikan, pengelasan, dan lain-lain," katanya.

Hanya saja, menurut Christina, dari total peluang itu baru terisi sekitar 26%. Artinya, 74% dari total lowongan yang tersedia di luar negeri masih belum terisi.

"Nah ini adalah peluang yang ingin kita 'kawinkan' dengan program SMK Go Global tadi," katanya.

Berdasarkan data SIP2MI, masih ada 215.603 lowongan tersedia di sejumlah negara. Data ini berdasarkan data aktif untuk penempatan melalui skema P to P, alias private to private.

Lowongan tersebut tersedia di Taiwan sebanyak 124.951 posisi, di Malaysia ada 27.933 posisi, di Hong Kong ada 21.874 posisi, Singapura 15.317 posisi, Turki 6.823 posisi, Bulgaria 2.708 posisi, Brunei Darussalam 2.107 posisi, Slovakia ada 1.698 posisi, di Jepang ada 1.347 lowongan tersisa, di Uni Emirat Arab ada 1.760 posisi, dan di negara lainnya ada 9.805 posisi tersisa.

Untuk jenis pekerjaan, terbanyak dari sektor pekerja domestik, yang masih membuka lowongan untuk 66.971 pekerja. Lalu di sektor kesehatan ada 64.229 lowongan, manufaktur butuh 48.824 pekerja, hingga bidang welder butuh 979 pekerja dan ABK ada 801 posisi.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia