Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah membangun tambak udang 'raksasa' seluas 2.150 hektare di Nusa Tenggara Timur. Saat ini masih dalam proses pembangunan, hingga ditargetkan beroperasi pada 2028 mendatang.
Program tambak udang terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Kabupaten Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini menjadi upaya pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan.
Tidak hanya mampu meningkatkan ekonomi daerah, program ini diharapkan mampu meningkatkan perikanan tangkap hingga 2,3 juta ton per tahun. Selain itu juga meningkatkan pendapatan nelayan sebesar Rp20,6 triliun per tahun, hingga peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor perikanan sebesar Rp1,8 triliun per tahun.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) Muhammad Qodari, menjelaskan ISF Waingapu dibangun dengan luas lahan 2.150 hektare, 1.361 hektare digunakan untuk area tambak dan fasilitas pendukung.
"Hingga 29 Juli 2026, progres pembangunan fisik telah mencapai 10%, didukung lebih dari 300 unit alat berat serta keterlibatan tenaga kerja lokal," katanya.
"Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027 nanti, sehingga kawasan ini diharapkan beroperasi pada awal 2028," tambahnya.
Adapun nilai investasi ISF Waingapu mencapai US$500 juta atau setara dengan Rp7,2 triliun, yang digunakan untuk pembangunan kolam, tandon, instalasi pengolahan air limbah, dan fasilitas pendukung lainnya.
ISF ditargetkan mampu menghasilkan 52.800 ton udang per tahun untuk pemenuhan dometik maupun ekspor. Adapun fasilitas ini juga ditargetkan menyerap 7.000 tenaga kerja dari sepanjang rantai industri.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.