Jakarta - Tekad yang kuat untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup yang sehat dan lebih aktif bergerak mendorong jenama lokal Hidup Ini Anugerah (HIA) dan Neosava untuk terus berinovasi.
"Kita mau mengajak untuk bersyukur lewat bergerak. Kita mau mengubah warga Indonesia dari yang bersyukur di mulut, jadi bersyukur lewat bergerak," kata CEO dan Founder HIA Lucky Priyatama Putra dalam sesi temu media di Jakarta, Jumat.
Lucky bercerita dahulu sempat memulai beragam jenis bisnis, sebelum akhirnya melihat prospek bisnis yang lebih potensial dalam pakaian olahraga, khususnya busana sopan aktif (modest activewear) yang digandrungi oleh perempuan.
Lewat merek yang ia dirikan di tahun 2018 itu lahirlah berbagai pakaian olahraga wanita seperti baju atasan, rok, celana pendek, celana panjang, legging, jogger, jaket sampai luaran.
Namun Lucky menekankan bahwa saat ini pihaknya telah membuat gebrakan dengan menghadirkan pula pakaian olahraga untuk para pria.
"Bulan lalu kami baru me-launching baju olahraga untuk laki-laki, buat couple-an. Jadi yang mau couple-an, sudah tidak ada alasan lagi buat laki-lakinya (bilang tidak ada baju untuk olahraga)," ucap Lucky.
Semua kualitas produk yang dikenalkan pada publik diklaimnya telah melewati proses desain, pengecekan dan pemilihan bahan selama berbulan-bulan untuk menghadirkan kualitas terbaik untuk berolahraga.
Warna pada desain baju dibuat kekinian, menyala dengan siluet pakaian yang tidak monoton.
Semakin tumbuhnya HIA, Lucky menyebut semangatnya membuahkan hasil hingga merek itu disebut sebagai "baju sejuta umat". Hal ini dibuktikan dengan hadirnya kampanye "Saling Sapa" yang bertujuan untuk membangun kedekatan, semangat kebersamaan penggunanya.
Ia bahkan mengaku pernah mendukung sebuah event olahraga di Gelora Bung Karno (GBK) yang melibatkan 50 orang pengguna HIA untuk hidup sehat dengan berolahraga.
Di sisi lain, CEO dan Founder Neosava Patricia Wang menyebut pengalaman melihat sang ibunda sakit semenjak dirinya kecil, mendorongnya ingin turut andil dalam mengembangkan industri kebugaran (wellness) tanah air.
"Ibu saya itu sakit dari saya masih kecil, jadi semenjak saya lahir itu saya merasa saya tidak pernah melihat ibu saya tidak meminum obat," ujar Patricia.
Pengalaman itu menjadi pacuan bagi Patricia dan menguatkan tekadnya untuk mengajak seluruh kalangan masyarakat bisa hidup sehat melalui merek yang ia dirikan sejak tahun 2020 itu.
Kerja samanya dapat dibuktikan dengan Neosava yang sudah memberikan dukungan pada sekitar 500 aktivitas kebugaran.
Patricia melanjutkan semakin luas produknya dikenal oleh masyarakat, mendorongnya untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Menurutnya, pencinta olahraga terutama pada peminat yoga memiliki permasalahan yang lebih beragam, belum lagi permasalahan bahan matras yang terbatas.
Terdapat kelompok masyarakat yang membutuhkan matras yoga (yoga mat) dengan bahan yang tidak licin akibat keringat sampai dengan keinginan membawa matras dengan cara yang lebih simpel dan ringan.
Salah satu inovasi yang dia lakukan adalah dengan menghadirkan produk matras yang tidak berat, mudah dilipat dan dibawa ketika bepergian. Ukurannya kurang lebih sama persis dengan matras yoga biasa, namun matras tersebut memiliki motif yang lebih cantik, beragam dan tidak terlalu tebal.
"Sebelum kita datang itu seingat saya, kalau untuk yoga mat itu di Indonesia masih sejenis kayak satu dua jenis bahan gitu, tapi semenjak kita datang itu kita lihat tangan tiap partisipan itu beda-beda," katanya.
Keduanya sepakat dengan adanya platform e-commerce seperti Shopee pada masa kini sangat membantu proses penjualan hingga memperkenalkan kualitas produk UMKM pada skala yang lebih luas. Kedua jenama itu kini mulai merambah bisnis ke dunia internasional, utamanya kawasan Asia Tenggara.
Kerja sama ini menurut Patricia membuktikan bahwa kehadiran platform belanja daring dapat mendobrak batas-batas yang tidak terlihat, sehingga seluruh pihak dapat merasakan manfaat serta mencoba berbagai jenis barang yang sesuai dengan kebutuhannya.
Termasuk membuka lapangan pekerjaan baru atau memutar perekonomian dengan melibatkan berbagai pihak dalam sebuah event.
Sedangkan menurut Lucky, adanya kerja sama dengan Shopee yang memiliki pasar begitu luas dari berbagai kalangan usia, dapat meningkatkan keuntungan bisnisnya. Dia mencontohkan pada produk HIA yang populer dapat terjual tembus sebanyak 10 ribu buah per bulannya.
Berbagai macam promo menarik seperti diskon pada tanggal-tanggal kembar juga mengundang pembeli mengunjungi toko mereka secara lebih masif.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.