Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Teknologi XR di film "Pelangi di Mars" dorong inovasi sinema Indonesia

NadiKabar Biro
Teknologi XR di film "Pelangi di Mars" dorong inovasi sinema Indonesia
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Teknologi XR di film "Pelangi di Mars" dorong inovasi sinema Indonesia.

Jakarta - Teknologi extended reality (XR) yang digunakan dalam produksi film "Pelangi di Mars" menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi teknologi dalam sinema Indonesia.

Sutradara sekaligus kreator "Pelangi di Mars" Upie Guava dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, mengatakan perkembangan teknologi visual memungkinkan batasan fisik dalam produksi film konvensional ditembus melalui pemanfaatan teknologi tingkat tinggi.

"Batasan fisik dalam produksi film konvensional kini bisa ditembus dengan inovasi ekosistem manufaktur High Advance Technology," kata Upie.

Menurut Upie, pemanfaatan teknologi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menuju kedaulatan teknologi Indonesia. Dia juga menyebut film "Pelangi di Mars" sebagai intellectual property (IP) atau kekayaan intelektual yang merupakan aset masa depan bangsa.

Kandidat doktor Program Doktoral Ilmu Komunikasi Pascasarjana Universitas Sahid Pritha Ayodya Basuki menambahkan bahwa transformasi komunikasi teknologi di era digital memerlukan edukasi literasi teknologi terhadap generasi muda.

Melalui studi kasus film "Pelangi di Mars", Pritha mengkaji bagaimana inovasi teknologi baru membentuk transformasi manusia menjadi pakar teknologi kreatif dalam kajian komunikasi.

Dia juga melihat film tersebut bukan merupakan film kecerdasan buatan (AI) karena dibuat selama lima tahun dengan melibatkan ratusan animator muda Indonesia.

Penggunaan teknologi extended reality (XR) memberikan fleksibilitas tinggi dalam proses produksi sehingga memungkinkan sineas untuk menghadirkan berbagai latar visual secara efisien tanpa ketergantungan pada lokasi fisik dan biaya yang tinggi.

Film “Pelangi di Mars” mengisahkan kondisi pada tahun 2100, ketika krisis air mengancam masa depan Bumi. Pelangi, anak pertama yang lahir di Mars, memulai sebuah petualangan bersama robot-robot malafungsi untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menyelamatkan masa depan Bumi.

Namun dalam perjalanannya, Nerotek korporasi raksasa yang menguasai sumber air melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut.

Film yang tayang pada Maret lalu itu dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata, dengan dukungan pengisi suara Kristo Immanuel, Bimoky, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia