Brussels - Institut kesehatan publik Belgia, Sciensano, mencatat kasus infeksi wabah salmonella terkait telur yang terkontaminasi bertambah menjadi 312 orang setelah enam kasus baru dilaporkan pekan ini, demikian dilansir media lokal, Rabu (2/9) waktu setempat.
Sciensano menyatakan wabah tersebut belum berakhir, tetapi jumlah kasus infeksi baru terus menurun, yang mengindikasikan bahwa wabah itu kemungkinan mulai mereda.
Wabah tersebut dikaitkan dengan sebuah peternakan ayam petelur di Geel, Provinsi Antwerp. Badan Federal untuk Keamanan Rantai Pangan (Federal Agency for the Safety of the Food Chain/FASFC) Belgia sebelumnya mengatakan kontaminasi terdeteksi pada akhir April, sehingga memicu penarikan telur pertama pada Mei.
Pengujian lebih lanjut kemudian menemukan adanya salmonella di kandang unggas lain di peternakan tersebut, yang menyebabkan seluruh kegiatan produksi dihentikan dan penarikan telur dalam skala besar kembali dilakukan pada Agustus. Telur yang terdampak ditarik dari peredaran di Belgia dan Luksemburg.
Media Belgia juga mengutip Liesbeth Van de Voorde, spesialis komunikasi di FASFC, yang mengatakan bahwa wabah salmonella tersebut merupakan yang terbesar yang pernah tercatat di Belgia.
Laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa puluhan orang yang terinfeksi telah dirawat di rumah sakit, sementara dua kasus infeksi dilaporkan terjadi di luar negeri.
Infeksi salmonella dapat menyebabkan diare, mual, dan muntah. Anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala yang parah.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.