Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

TEP Unhas bawa petani pala Weri Saharey masuk ekosistem digital

NadiKabar Biro
TEP Unhas bawa petani pala Weri Saharey masuk ekosistem digital
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait TEP Unhas bawa petani pala Weri Saharey masuk ekosistem digital.

Makassar - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 Universitas Hasanuddin memberikan pelatihan transformasi digital bagi petani pala di Weri Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Pelatihan Kader Digital Farming (DigiFarm), tim memperkenalkan sistem digital yang memungkinkan produksi, mutu, stok, dan informasi pasar pala dikelola secara lebih transparan dan terintegrasi.

Kepala Kampung Weri Saharey Marten dalam keterangannya diterima di Makassar, Sabtu, mengatakan Fakfak dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pala unggulan (Myristica fragrans) yang memiliki nilai historis, ekologis, dan ekonomi.

Namun, potensi tersebut masih menghadapi tantangan berupa panjangnya rantai distribusi konvensional, keterbatasan informasi, serta minimnya akses petani terhadap data produksi dan harga pasar yang akurat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi posisi tawar petani dalam menentukan nilai jual komoditasnya.

Pihaknya bersyukur TEP Unhas menghadirkan platform Agromaritim-Hub berbasis Android yang dapat diakses melalui portal werisaharey.agromaritimhub.com. Platform ini dikembangkan sebagai sistem terintegrasi untuk mendukung pengelolaan rantai pasok pala dari tingkat petani hingga calon pembeli.

Melalui dashboard Agromaritim-Hub, informasi pemetaan lahan, catatan panen, kualitas pala, harga pasar Fakfak, hingga ketersediaan stok di gudang koperasi atau Badan Usaha Milik Kampus (BUMKam) dapat dicatat dan dipantau secara terpusat serta real-time.

Petani juga dilatih melakukan pencatatan secara daring mengenai fluktuasi produksi, spesifikasi mutu, dan stok riil sehingga informasi tersebut dapat diakses oleh pembeli dari luar wilayah secara end-to-end.

Bagi masyarakat, penerapan teknologi tersebut membuka peluang untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi tawar.

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami karena membantu mencarikan pemasaran komoditi pala kami ke pedagang besar eksportir-importir di kampung kami. Kami tidak bergantung lagi dengan pedagang lokal, di mana harga pala kami dibeli rendah," ujar Marten.

Hal serupa disampaikan Ahir Samahe. Menurutnya, pelatihan DigiFarm membantu petani membagikan informasi hasil produksi kepada calon pembeli di luar wilayah.

“Kami sangat terbantu, bisa berbagi data hasil produksi kami kepada pedagang luar. Tentu kami berharap memperoleh harga yang lebih tinggi,” ujar dia.

Pengalaman menggunakan teknologi digital juga menjadi hal baru bagi kader DigiFarm dari Kampung Saharey, Fitri Yani Arbakala.

Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam melakukan pencatatan hasil produksi melalui telepon seluler.

“Kegiatan pencatatan secara digital ini pertama kali saya lakukan. Saya terkesan sekali karena bisa menginput data ke dalam HP. Saya berharap data dan informasi yang kami input ke dalam sistem Agromaritim-Hub ini bisa dilihat oleh pedagang besar. Kami berharap harga pala kami dihargai lebih tinggi,” kata Fitri.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia