Samarinda - Tim tanggap darurat gabungan yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil memadamkan kebakaran lahan seluas enam hektare di kawasan Kota Samarinda.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Senin, mengatakan bahwa upaya pemadaman tersebut memakan waktu selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat (28/8) hingga Minggu (30/8), akibat cuaca panas ekstrem dan angin kencang.
"Pertempuran memadamkan karhutla ini menjadi arena pertaruhan nyawa bagi para petugas di garis depan, karena arah angin yang kerap berubah tak menentu dan vegetasi yang mengering kerontang," ujar Buyung.
Ia menjelaskan bahwa aksi tanggap darurat tersebut terwujud berkat sinergi tangguh dari BPBD Provinsi Kaltim, BPBD Kota Samarinda, TNI, Polri, hingga tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Makroman.
Titik api pertama yang melalap lahan seluas enam hektare di Jalan Pembangunan RT 24, Kelurahan Makroman, berhasil dijinakkan total pada pukul 22.05 WITA setelah petugas berjibaku selama hampir delapan jam menembus panas dan asap pekat.
Di saat bersamaan, tim terpaksa memecah kekuatan untuk menangani titik api kedua yang membakar satu hektare lahan di Jalan Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, dan berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.19 WITA.
Tantangan terberat dihadapi tim gabungan saat menangani titik api ketiga di Jalan Poros menuju TPA Sambutan (Pelita 7), karena berada di lokasi dengan medan jurang terjal yang tidak memiliki akses jalan darat.
"Untuk memastikan bara api tidak menjalar ke pemukiman warga, kami mengerahkan pemantauan jarak jauh menggunakan drone hingga pukul 20.30 WITA," kata Buyung menjelaskan strategi taktis tim di lapangan.
Perjuangan tim gabungan berlanjut hingga Minggu (30/8) saat tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan pemadaman taktis pada satu hektare semak belukar yang terbakar di Jalan Kenangan Indah RT 06, Makroman, Samarinda, hingga padam total pada pukul 20.00 WITA.
Menyikapi rentetan peristiwa tersebut, Buyung mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan total aktivitas membakar lahan dan mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah demi keselamatan bersama.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.